Aku Puisikan Namamu

aku-puisikan-namamu

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Guntur, kabarkan pada Langit tentang Hujan yang akan mengguyur Bumi.

Agar tak cemburu Angin pada desaunya, tak resah Kilat pada silaunya.

Dan Badai, biarlah tetap dalam congkaknya, menantang Petir hingga ke ujung malam.

Di sini, aku menatap semua itu seperti menatap siluet masa lalu bersamamu.

Tak perlu diterabas, hanya perlu dibiarkan reda dan berlalu

(Aku Puisikan Namamu – NSR)

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dan aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di komunitas Blogger Muslimah Indonesia, saat ini masih aktif sebagai Manager Marketing dan Komunikasi di PT. Khalifa International Business, juga relawan Kemenpar untuk Wonderful Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *