Heejou, Tas dan Dompet Etnik yang Unik

Nisa RachmaniaYey! Satu lagi perempuan muslimah yang patut kita kulik-kulik terkait bisnis yang dijalaninya. Nisa Rakhmania, perempuan asal Bogor, Jawa Barat, yang merintis usaha rumahan dengan mematenkan brand HEEJOU, produk tas dan dompet etnik yang sedang trend saat ini.

Heejou yang didirikan pada tanggal 20 Agustus 2009 dan berlokasi di Kampung Ciherang, Bogor, ini memiliki konsep dengan desain yang simple dan lucu. Heejou sendiri mengacu pada kata Hijau. Produk tas yang dibuat khusus bagi perempuan dan dapat digunakan dari usia dewasa, anak muda, pelajar hingga anak-anak.

“Kami memiliki banyak desain untuk tas terutama tas punggung model serut dari bahan kanvas dan denim. Inovasi produk terus dilakukan agar menghasilkan produk yang disukai oleh setiap orang,” jelas Nisa terkait desain produknya.

Heejou saat ini telah memiliki pelanggan yang tersebar di Indonesia dan terus tumbuh menjadi brand produk lokal yang berkualitas dengan tagline: We create bag, for you to enjoy.

Saat ini pemasaran lebih banyak dilakukan secara online di website , media social, liputan TV, koran, komunitas dan juga ke sekolah dan kampus. Untuk menjalankan usahanya ini, Nisa dibantu oleh sekitar 17 orang karyawan.

Dunia bisnis tak kan pernah luput dari pesaing. Maka untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, Nisa mencoba menciptakan keunikan tersendiri. Produk tas dan dompet Heejou memiliki desain yang simpel, lucu dan bergaya muda. Relatif awet digunakan dalam jangka waktu lama.

“Saya sering melihat produk yang kami produksi 3-4 tahun lalu masih berseliweran di jalan dalam kondisi yang baik,” ujar Nisa yang menyelesaikan pendidikan sarjananya di Institut Pertanian Bogor ini.

Kisaran harga produk Heejou saat ini dibanderol dengan angka Rp.65.000 – Rp.180.000. Harga yang sangat terjangkau tentunya dengan kualitas produk yang terjaga baik.

Selain pesaing, sebuah usaha juga tak luput dari kerugian. Nah, ini yang perlu kita ketahui agar bisa jadi bekal juga jika kelak punya usaha.

Simak pengalaman Nisa, “Tahun 2011 pernah hampir mau bangkrut karena terlalu berani membuat stok besar sedangkan saya belum memiliki sistem penjualan yang mapan. Uang usaha menumpuk di stok barang jadi dan bahan baku. Masalah tersebut dapat terlewati dengan cara membuat buku katalog profesional dan merekrut para distributor tas besar untuk menjadi distributor Heejou.”

Berapa sih omsetnya?

Kamu kepo juga gak sih berapa omset yang diraup Nisa? Rata-rata penjualan produk Heejou antara 1000 – 2000 item per bulan. Kata Nisa, tinggal dikalikan aja dengan harga perproduk. Wew, pastinya bukan angka kecil lagi dong. Kamu hitung sendiri ya hehe…

Kamu bisa kepoin model-model terbaru Heejou di website dan akun-akun berikut ini. Web: www.heejoubag.com | Fanspage: Heejou Bags | IG: Heejoubags 🙂

Di awal tahun ini, Heejou dengan bangga mempersembahkan koleksi produk edisi 2016. Keberagaman motif dan warna kain tradisional Indonesia memberikan inspirasi pada desain produk di tahun ini. Penggunaan kain kanvas, denim, dan katun pilihan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan akan produk tas yang baik dan berkualitas. Atau bagi kamu yang ingin mencoba berbisnis, mungkin bisa memulainya dengan menjadi reseller Heejou.

Pada tahun ini juga Nisa ingin kembali menguatkan semangat penggunaan tas kain dan mengurangi penggunaan kantong plastik. Lebih dari 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan masyarakat Indonesia setiap tahunnya dan menjadi sampah. Hal ini mendorong Heejou untuk berperan menyediakan kemasan yang dapat digunakan ulang kembali.

Jadi setiap pembelian produk Heejou, akan dibungkus dengan tas kain yang bisa digunakan untuk berbelanja lagi di tempat lain sebagai ganti kantong plastik. Ini merupakan salah satu bentuk tindakan nyata Heejou dalam menjaga lingkungan. Back to Nature with Heejou!

Berikut Contoh Produk Heejou

 

Baca juga Pengalaman Mantan Pramugari dengan bisnis Hijab Syar’i yang tak kalah menginspirasi!

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik sebagai penulis bermuatan lokal dan aktif menulis di berbagai media massa cetak sejak tahun 2002 dengan cerbung berjudul Putri Kejawen. Media yang pernah menulis karyanya seperti Majalah Kartini, Paras, Ummi, Suara Pembaruan, Warta Kota, dan juga koran daerah. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *