Kali Ini Tentang Mantan

lupakanmantanEhm, bicara soal yang satu ini bisa bikin baper gak ya? Hehe semoga kamu baik-baik saja ya, setelah membaca ini. Rasanya terlalu banyak cerita yang bisa diungkap ketika bicara tentang mantan. Bisa jadi mantan pacar, mantan suami atau mantan lainnya 🙂

Begitu banyak kalimat kocak tentang mantan:

  • Mantan adalah jodoh orang lain yang gagal dinikahi.
  • Punya banyak mantan? Situ laku apa murahan?
  • Ketika mantan minta balikan, maka lambaikan tangan dan katakan, “Enak jamanku tho?”
  • Kalo nyari pasangan gak usah yang cakep-cakep amat. Kalo dah jadi mantan juga bakal dijelek-jelekin.
  • Ingat, mantan bukan untuk dikenang karena dia bukan pahlawan.
  • Mantan adalah sosok yang makin lama makin keliatan cantik.
  • Kekasih itu hanya punya dua masa depan; kalo gak jadi manten ya jadi mantan.
  • Katanya lo udah ngebuang mantan lo, tapi ngeliat dia sama yang lain kenapa masih nyesek?
  • Kata orang bijak, buanglah mantan pada tempatnya.

Udah, cukup segitu aja yang kocak-kocaknya. Ada banyak cerita tentang mantan yang menyedihkan, hingga yang menggelikan. Kamu juga pasti punya dong cerita tentang mantan 🙂

Memang sih, gak sedikit juga cerita tentang mantan yang happy ending. Yang dulu berpisah karena beberapa sebab akhirnya jadian lagi setelah menyadari salah masing-masing dan menyadari bahwa mantannya adalah yang terbaik baginya. Di samping itu ada juga kok mantan yang nyebelinnya minta ampun, udah pisah jauh-jauh hari masih aja kita dikepoin, padahal udah jelas banget tagline-nya itu ‘Lo Gue End’. Rasanya pengen teriak ke muka dia, “Ini muka apa tembok seeeh?”

Saya ingat seorang teman yang curhat bagaimana sakitnya ditinggal nikah oleh mantannya. Namun anehnya, dia gak bisa membenci sang mantan, dia tetap welcome jika mantannya menghubungi. Gak bisa tegas menolak. Dan menurutnya itulah salah satu penyebab kenapa ia merasa susah membuka hati untuk yang lain. Jangan dibilang kayak apa teman-temannya menasehati. Mulai dari mengingatkan bahwa mantannya itu sekarang adalah suami orang, pengkhianat yang gak patut diinget-inget lagi apalagi diladeni. Hmm…hati memang unik. Meski sudah disakiti tetep aja ada cinta.

Ada lagi teman yang lain, setelah puas bertualang kesana-kemari, pada akhirnya dia tetap ingin balikan sama mantan pertamanya. “Rasanya gak ada yang sebaik dia. Gak ada yang bisa ngertiin aku selain dia,” begitu alasannya. Dan memang banyak kasus dimana mantan pertama itu tetaplah yang paling nempel di hati.

Tapi sayangnya, seperti kebanyakan mantan-mantan, maka mantannya pun menjawab, “Hei, selama ini lo kemana aja? Ngapain aja? Lo pikir gue terminal yang siap nunggu dan nerima kapanpun lo mau balik?” Kira-kira begitu dong jawaban si mantan. Yah, nasib lo deh!

Kisah lainnya, seorang teman yang terus dibuntuti sama mantannya sampai hidupnya merasa diteror. Sang mantan sampai menunjukkan foto-foto usahanya bunuh diri demi mendapatkan kembali dirinya. Berbagai cara dilakukan sampai-sampai temennya menyarankan untuk lapor polisi saja. Sungguh, mantan yang mengerikan, ke laut aja deh hehe…

Satu cerita lagi tentang mantan yang bikin nyesek di hati. Gimana gak nyesek, setelah 20 tahun berlalu, si cowok baru cerita kalau dulu dia cintaaaa setengah hidup sama seorang cewek. Tapi karena takut mengungkapkan perasaan, takut ditolak dan sebagainya, si cewek pun gagal didapat. Barulah setelah 20 tahun lebih dia tahu kalau tuh cewek ternyata justru nunggu dia ‘nembak’ tapi yang ditunggu gak kunjung kejadian. Menyadari hal ini, apa gak nyesek sendiri? Hehe lucu sebenarnya, meski sudah mengakui semuanya secara jujur, apa boleh buat, kenyataan membuktikan si mantan sudah jadi milik orang.

mantan

Kehilangan kesempatan yang begitu diharap-harap hanya karena takut memulai memang bikin gregetan, kalau kata orang rasanya kayak pengen nggaruk dinding sambil nangis gegulingan saking merasa bodohnya hahaha…

Nah, semua cerita di atas membuktikan bahwa perjalanan takdir seringkali tak bisa ditebak. Bertahun-tahun pacaran pun kalau gak jodohnya ya bakal jadi mantan juga. Ada pertemuan dan perpisahan yang tak terduga, namun bisa juga terencana. Namun satu hal juga membuktikan bahwa hati seringkali gak bisa dibohongi meski waktu dan jarak telah memisahkan begitu lama dan jauh. Menyesali tentu tak ada gunanya, namun semua itu akan semakin mendewasakan kita, menemukan hikmah di balik setiap kejadian. Jika takdir tak menghendaki kita bersama dengan orang yang dicintai, maka sekuat apapun usaha kita pasti tak akan berhasil. Namun jika takdir hendak mempertemukan, selama dan sejauh apapun jarak yang memisahkan, akan ada satu jalan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Oke, Gaes, keep fighting! Yang belum nemu mantan, gak usah dicari-cari, karena nyari-nyari mantan itu sama aja dengan nyari masalah, ntar kalo berjodoh juga bakal ketemu. Yang lagi susah payah ngelupain mantan, jangan menyerah, kita paham kok kalo itu memang gak mudah. Yang tiba-tiba ketemu mantan, gak usah mendadak alergi dan pingin lari, toh dia bukan memedi, wait and see, lihat saja apa yang akan terjadi 😉

Bagaimana dengan mantanmu? Sudah dikubur atau mau diakui secara jujur? Hehehe…

Kamu juga bisa baca artikel: Semua Orang Butuh Proses

 

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik sebagai penulis bermuatan lokal dan aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di Blogger Muslimah, saat ini masih aktif sebagai Manager Marketing dan Komunikasi di Asia Wisata, juga relawan di program Wonderful Indonesia.


6 thoughts on “Kali Ini Tentang Mantan

  1. Mugniar

    Jadi ingat, seorang kerabat. Sudah bercucu. Suaminya sudah lama meninggal. Baru2 ini ada kabar ia menikah lagi, dengan mantan pacarnya.
    Wow, ya, Mbak …. CLBK ternyata memang ada … hehehe

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *