Komunikasi Tulisan

komunikasi-tulisan“Kok SMS-nya kasar banget sih?”

“Kok dia jadi salah paham sama saya?”

“Kok nggak ngerti-ngerti sih dijelasin?”

Mungkin kalimat-kalimat di atas sering atau pernah menghinggapi pikiran kita saat melakukan komunikasi tulisan dengan seseorang, baik melalui SMS, YM, email dll.

Nah, terlebih buat orang-orang yang pekerjaannnya menuntut mereka berkomunikasi lewat tulisan maka kejadian seperti ini tentu sering mereka alami dan terasa mengganggu. Disini terasa betapa pentingnya sedikit memahami bahasa tulisan. Membahasakan tulisan seperti bahasa lisan tentu tidak bisa. Bahasa lisan memiliki dialek, tekanan dan nada, sementara bahasa tulisan hanya bisa diterjemahkan oleh mata secara kasat.

Coba bedakan dua kalimat berikut:

“Tolong ya tugasnya diselesaikan segera.”

“TOLONG YA TUGASNYA DISELESAIKAN SEGERA!!!”

Kalimat di bagian atas terasa lebih normal dan bernada wajar sementara kalimat di bawah terasa lebih tegas (kasar) akibat penggunaan huruf capital ditambah dengan tanda seru yang berjejer tiga.

Bedakan lagi kalimat berikut:

“Ya, tunggu saja Pak, nanti dikabari lagi.”

“Baik, ditunggu saja ya Pak, nanti akan saya kabari lagi secepatnya.”

Dua kalimat ini intinya sama saja namun memiliki daya sentuh berbeda ketika dibaca oleh orang lain. Meski sedikit boros kata-kata namun untuk membangun komunikasi yang baik secara tulisan kita tidak boleh pelit dalam menggunakan kata-kata dan berhati-hati dalam menggunakan tanda baca.

Dalam komunikasi tulisan memang tidak bisa lepas dari unsur tanda baca. Sebab hal itu kadang sangat berpengaruh pada orang yang kita ajak bicara, sama halnya dengan komunikasi lisan. Pelajaran tanda baca yang kita pelajari pada saat SD itu sangat penting untuk diingat kembali. Sekali lagi, ini pelajaran di SD lho!

Bayangkan jika sebuah perusahaan professional ternyata memiliki dokumen-dokumen yang salah tulis dan kacau tanda bacanya. Yang seharusnya capital dibuat kecil, yang seharusnya ringkas dibuat berbelit-belit, belum lagi penggunaan istilah asing yang keliru, serta kesalahan lainnya.

Karena ini sungguh mengganggu dan membuat orang lain menilai kita asal jadi dalam membuat dokumen serta tidak professional dalam administrasi. Orang bisa saja meragukan keabsahan sebuah dokumen ketika dokumen itu ditulis secara asal-asalan dan banyak kekeliruan.

Saya ingat ketika beberapa waktu yang lalu seorang Manager di kantor saya berkomentar soal sebuah undangan, “Ini beneran nggak sih? Jangan-jangan kita ditipu nih.”

Ini terkait undangan sebuah acara yang mengundang kantor saya, Asia Wisata. Inilah contoh efek negatif sebuah dokumen yang buruk dan terkesan asal-asalan, hehe…

Sekarang coba kita bedakan penulisan dua data berikut:

Nama: Chairul Anwar

Alamat: Cipinang Besar Selatan

Bandingkan dengan ini:

Nama:. Chairul anwar

Alamat: Cipinang besar selatan

Jika kita jeli maka kedua data ini terlihat sangat berbeda secara penulisan. Data bagian atas sudah ditulis secara benar. Sementara data sebelah bawah salah karena penggunaan huruf kecil pada kata yang seharusnya ditulis huruf besar. Di Negara maju, orang sering tersinggung jika namanya tidak ditulis secara capital (huruf besar).

Dalam Bahasa tulisan yang berbentuk YM, SMS dll, tentu komunikasinya lebih spontan. Perlu ekstra berhati-hati dalam menulis pesan yang akan kita sampaikan agar tidak menimbulkan kesan buruk. Kapan kita harus menggunakan tanda tanya (?), tanda seru(!), titik (.), koma (,) dll.

Sekarang juga sudah banyak dibuat icon-icon yang sangat membantu dalam komunikasi tulisan. Tidak usah merasa repot utk menyelipkan simbol smile saat mengakhiri komunikasi sebagai bentuk keramahan, itu sepertinya sepele namun memiliki efek yang besar bagi orang yang membacanya. Yang penting, disesuaikan dengan orang yang kita ajak berkomunikasi. Pilih icon yang sesuai, misalnya jangan membuat icon ‘tertawa ngakak’ ketika kita hanya perlu membuat icon ‘senyum’.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi tulisan:

• Perhatikan dengan siapa kita berkomunikasi

• Perhatikan penggunaan tanda baca

• Perhatikan penggunaan symbol atau icon

• Perhatikan kata-kata yang digunakan

Semoga bermanfaat!

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik sebagai penulis bermuatan lokal dan aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di Blogger Muslimah, saat ini masih aktif sebagai Manager Marketing dan Komunikasi di Asia Wisata, juga relawan di program Wonderful Indonesia.


One thought on “Komunikasi Tulisan

  1. Nur Terbit

    Tulisan bermanfaat bun. Apalagi sekarang kita sering menemukan bahasa alay yang ditulis di media sosial, bagaimana pula itu memaknainya hehehehe….

    Belum lagi komunikasi tulisan dalam bahasa iklan baris di media cetak (koran). Tulisan disingkat untuk menghemat kolom, menghemat biaya…

    Terima kasih sudah berbagi. Salam.

    IG : @nurerbit

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *