Lembah Harau Yang Luar Biasa

Lembah HarauSalah satu kebanggaan saya sebagai putri Minang adalah kekayaan alam Minangkabau dengan pemandangan yang indah. Tak heran jika Sumatera Barat dijuluki sebagai Zamrud Sumatera. Alam Minangkabau memang terkenal paling indah dengan berbagai tempat wisatanya. Diantara sekian banyak keindahan, Lembah Harau adalah yang paling familiar bagi saya karena terletak di daerah kelahiran saya, Payakumbuh.

Lembah Harau terlihat seperti dua sisi tebing yang tegak kokoh berwarna kemerahan dengan ketinggian mencapai 200 meter, mengapit hamparan sawah yang hijau. Ketika kita berdiri di sisi tebing ini, ada kengerian tersendiri seakan tebing tersebut hendak menimpa kita. Namun di sisi lain, muncul kekaguman luar biasa akan hebatnya lukisan alam Sang Pencipta.

Oke, disini ada tiga lokasi yang bisa kita kunjungi untuk berwisata. Yaitu kawasan Sarasah Bunta, kawasan Aka Barayun dan kawasan Rimbo Piobang. Di ketiga kawasan ini terdapat 7 air terjun yang indah dengan ukuran dan ketinggian berbeda-beda, berkisar antara 50 sampai 90 meter. Di sini juga ada cagar alam dan suaka margasatwa yang melindungi hewan-hewan dan tumbuhannya yang cantik-cantik.

Bagi yang ingin menginap, di sekitar Lembah Harau ini juga tersedia homestay dengan harga terjangkau. Bentuknya yang nature sangat menyatu dengan suasana lembah yang indah.

Lokasi wisata Lembah Harau  ini berjarak sekitar 8 km dari Kota Payakumbuh. Merupakan lokasi wisata yang sudah terkenal sejak zaman Belanda. Terbukti dengan adanya prasasti yang ditulis pada tahun 1929 di Sarasah Bunta. Masih di kawasan Sarasah Bunta terdapat tangga kecil untuk menaiki tebing hingga bisa melihat pemandangan Lembah Harau secara lebih luas.

Yang tak kalah menarik, para pemanjat tebing bisa menyalurkan hobby mereka di sini dengan manjajal terjalnya tebing lembah yang tegak menantang. Pengembangan kawasan wisata ini terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten 50 Kota. Kamu tertarik berkunjung ke Lembah Harau yang luar biasa ini? Pastikan momen terbaikmu disini!

Note: Foto-foto diambil dari berbagai sumber di internet.

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di komunitas Blogger Muslimah Indonesia, saat ini juga jadi Tour Planner di program Muslimah Trip, dan masih aktif sebagai relawan GenPi bentukan Kemenpar untuk Halal Tourism Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *