Megahnya Jembatan Kelok 9

novia-syahidah-3Kota asal saya, Payakumbuh, memang memiliki banyak pesona. Kemegahan jembatan Kelok 9 adalah salah satu pesona yang membuat saya ‘ngebet’ banget untuk pulang kampung beberapa waktu lalu. Maklum, setelah 9 tahun gak pulang-pulang, saya memang belum pernah mengunjungi lokasi menawan ini. Puas sudah di-bully teman-teman karena dianggap ‘tagadai’ di rantau. Hadeeuuuh, sakitnya tuh disini hehe… Pokoknya saya harus kesana! Harus melihat langsung megahnya jembatan kelok 9 yang fenomenal itu! Ehm, begitu tekad saya 🙂

Jalanan Kelok 9 sendiri terletak sekitar 30 km sebelah Timur dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, menuju ke arah Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Air Putih, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat.  Jalan yang memiliki 9 kelokan ini memiliki tikungan yang tajam dengan lebar hanya sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang serta diapit oleh dua perbukitan.  Lokasi ini diapit juga oleh dua cagar alam yaitu Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.

Jalan Kelok 9 dibangun pada masa pemerintahan Belanda sekitar tahun 1908–1914. Jalan ini meliuk melintasi Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan Pulau Sumatera. Sejak dibangun jalan Kelok 9 ini nyaris tak mengalami pelebaran berarti karena medannya yang memang cukup sulit. Sementara dari tahun ke tahun jumlah kendaraan yang lewat semakin banyak hingga menyebabkan kemacetan. Terlebih untuk kendaraan besar dengan muatan banyak, maka kondisi jalan yang berbelok dan curam ini sangat menyulitkan.

Maka muncul lah ide untuk membangun jembatan layang di kawasan ini yang disetujui oleh pemerintah pusat. Maka pembangunan jembatan layang Kelok 9 mulai dilakukan pada tahun 2003. Pengerjaannya ditangani dalam dua tahapan pembangunan. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, terdiri dari enam jembatan dengan panjang 959 meter, ruas jalan selebar 13,5 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter.

Bentang jembatan pertama memiliki panjang 20 meter, bentang kedua 230 meter, dan bentang ketiga 65 meter. Jembatan ini ditopang oleh 30 pilar yang kokoh dengan ketinggian 10-15 meter dan dapat menampung 14.000 kendaraan setiap harinya.

Pembangunan jembatan layang yang megah ini berlangsung selama 10 tahun yaitu dari tahun 2003 sampai 2013 dan diresmikan oleh presiden SBY pada bulan Oktober 2013. Sebuah kebanggaan luar biasa bagi Sumatera Barat memiliki jembatan semegah ini.

Saya boleh berbangga dong, dengan adanya jembatan Kelok 9 ini karena jembatan ini adalah hasil karya anak bangsa dengan menggunakan konsep green construction. Dan yang paling membanggakan bahan bakunya menggunakan produk-produk dalam negeri. Bentuk konstruksinya yang unik membuat para pengendara yang melewati Kelok 9 tidak akan bosan. Lokasi yang dulu terkesan menyeramkan ini kini justru jadi sangat menyenangkan

Panorama yang indah di sekitar kawasan jembatan Kelok 9 benar-benar mengundang para pengendara untuk melewatinya. Tak heran jika jembatan Kelok 9 dijadikan sebagai tempat wisata untuk sekedar beristirahat ataupun untuk berfoto-foto.

1

Jalan Kelok 9 juga memiliki nilai sejarah tinggi karena sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Namun usianya yang tua bukan berarti konstruksi bangunannya juga tua. Kelok 9 yang asli masih ada hingga sekarang dan kini diperkokoh dengan dibangunnya jembatan layang Kelok 9.

Kini jembatan layang ini menjadi ikon Sumatera Barat. Menjadi kebanggaan masyarakat Minangkabau dan juga jadi landmark provinsi Sumatera Barat. Jembatan ini telah menjadi salah satu destinasi para wisatawan yang ingin merasakan sensasi melewati jembatan layang yang dikelilingi oleh hijaunya pemandangan alam yang luar biasa indah.

Kamu jadi penasaran kan? Jika kamu belum pernah melihat kemegahan jembatan Kelok 9 ini, buruan catat dalam agendamu untuk berkunjung ke lokasi ini!

Happy traveling!

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di komunitas Blogger Muslimah Indonesia, saat ini juga jadi Tour Planner di program Muslimah Trip, dan masih aktif sebagai relawan GenPi bentukan Kemenpar untuk Halal Tourism Indonesia.


3 thoughts on “Megahnya Jembatan Kelok 9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *