Nasruddin dan Pencuri

Suatu malam seorang pencuri memasuki rumah Nasruddin Hoja. Nasruddin merasa takut karena khawatir pencuri itu membawa senjata. Maka dengan hati-hati ia bersembunyi di dalam sebuah peti besar lalu menguncinya dari dalam. Nasruddin pun diam menunggu, berharap pencuri itu segera pergi.

Namun si pencuri masih sibuk mencari harta berharga yang bisa ia bawa. Semua laci, lemari, dan kantong-kantong ia periksa. Hasilnya nihil. Tak ada benda berharga yang ia temukan. Pencuri itupun merasa kesal. Diobrak-abriknya rumah Nasruddin hingga berantakan. Sesaat kemudian matanya melihat peti besar tempat Nasrudin bersembunyi.

“Jangan-jangan hartanya ada dalam peti itu,” pikir pencuri berharap. Dengan sekuat tenaga ia membuka peti tersebut. Ia mencongkel paksa dengan senjata di tangannya. Berhasil!

Nasruddin yang tengah duduk meringkuk terkejut.

“Hei! Sedang apa kamu disini?” tanya pencuri heran.

Dengan lemah Nasruddin menjawab. “Aku malu karena aku tak punya apapun yang dapat kuberikan padamu. Itulah alasan kenapa aku bersembunyi dalam peti ini.” (V)

Judul: Nasruddin dan Pencuri

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dan aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di komunitas Blogger Muslimah Indonesia, saat ini masih aktif sebagai Manager Marketing dan Komunikasi di PT. Khalifa International Business, juga relawan Kemenpar untuk Wonderful Indonesia.


One thought on “Nasruddin dan Pencuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *