Niqab Squad, Agar Muslimah Tak Merasa Sendiri

Senang dan bersyukur sekali bisa hadir di acara Niqab Squad bertema Sister to Jannah tanggal 5 Mei kemarin, bertempat di Auditorium Universitas Borobudur, Jakarta Timur. Niqab Squad adalah komunitas yang dibentuk oleh Indadari, seorang muslimah penulis, womanpreneur dan juga inspirator hijrah. Acara ini dihadiri cukup ramai muslimah baik yang berniqab (bercadar) maupun yang tak berniqab. Ada juga bazar yang menyediakan buku-buku, busana dan kebutuhan muslimah lainnya.

Acara dibuka oleh dua orang MC, dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Indadari sebagai founder Niqab Squad, dengan gaya beliau yang ramah, ceria dan tentunya busana polkadot yang sudah jadi ciri khas beliau. Ada juga sambutan perwakilan Niqab Squad Tegal, yang datang jauh-jauh dari Tegal. Disusul sambutan perwakilan Niqab Squad Bandung dan juga Jakarta.

Dalam acara ini yang paling saya ingat adalah yel-yel: Kita bersaudara karena Islam. Disusul kemudian dengan acara perkenalan yang penuh gelak tawa yaitu dengan cara menghapal sebanyak mungkin nama peserta di sekitar tempat duduk kita. Seru, lucu dan mencairkan suasana. Yang bisa menghapal paling banyak dapat hadiah.

Talkshow dan Sharing

Acara inti pada hari itu diisi dengan beberapa materi edukasi. Pertama talkshow bersama Ummu Balqis dengan tema Bukti Cinta Ananda untuk Ayah Bunda. Kedua sharing bisnis muslimah bersama Diana Nurliana dengan tema Khadijah Masa Kini.

(Ummu Balqis)

Ummu Balqis seorang Muslimah Motivator dan juga Parenting Marriage Enthusiast, menyampaikan dalam materinya bahwa dalam berhijrah kita harus all in. Harus bisa berkomunikasi dengan keluarga terutama orangtua. Sebab banyak kejadian ketika seseorang hijrah, ia malah semakin berjarak dengan keluarga, sikapnya juga keras dan kaku. Ini justru akan membuat keluarga semakin menentang hijrah kita, mempersulit langkah kita sendiri dan juga menjauhkan peluang dakwah kepada keluarga. Kita harus bisa bertoleransi sampai batas-batas minimal yang dibolehkan agama.

(Diana Nurliana)

Pembicara kedua, Diana Nurliana adalah seorang Fashion Designer dan pemilik brand Taqiya.id. Diana memberikan tips agar seorang muslimah bisa mengembangkan usahanya tak hanya secara online namun juga secara offline untuk membangun trust pembeli. Hal lain yang juga penting adalah bergabung dengan komunitas-komunitas yang bisa saling mendukung, selain niat yang kuat dan pantang menyerah tentunya. Beliau berpesan kepada para pengusaha muslimah agar selalu menyisihkan rezeki untuk sedekah, terus memperbanyak sedekah meskipun saat usaha lagi turun. Apapun usaha yang kita lakukan maka pastikan usaha kita itu sesuai dengan yang diridhai Allah.

 

Dalam acara ini seorang dokter kecantikan bernama dr. Ummi Anizah yang juga memakai niqab ikut memeriahkan acara dengan berbagi pengalaman. Ini menarik, karena biasanya dokter kecantikan itu identik dengan penampilan fisik yang meyakinkan, sementara Ummi Anizah memakai niqab yang jelas menutupi kecantikannya. Bagaimana bisa? Ternyata rezeki memang di tangan Allah. Beliau memakai niqab atas permintaan suaminya, namun tak langsung dituruti oleh Ummi Anizah karena pertimbangan tadi bahwa dokter kecantikan harus tampil cantik agar meyakinkan pasiennya. Tapi ternyata setelah kemudian memakai niqab, tanpa diduga rezeki justru kian melimpah. Pasiennya datang dari berbagai daerah. Benar ternyata, jika kita melakukan sesuatu karena Allah maka Allah akan mudahkan juga segala urusan kita.

Metode Menghapal Al Quran dengan Gerakan

Berikutnya dari sesi acara ini diisi oleh Askar Kauni, sebuah lembaga yang bergerak di bidang Tahfidz Qur’an. Bagaimana cara mudah menghapal Al Quran dengan menggunakan gerakan tangan. Menarik sekali ketika metode ini dipraktikkan oleh peserta. Menghapalnya sekaligus mengenal artinya. Dalam kesempatan ini peserta mencoba menghapal 3 ayat Al Quran dengan menggunakan gerakan tangan. Ternyata seru sekali dan mudah diterapkan.

Sebelum acara ditutup, para peserta yang tidak memakai niqab atau datang ke acara dengan meminjam niqab temannya, diminta maju ke depan. Ada puluhan orang yang maju. Mereka dibagikan niqab gratis dan dipasangkan oleh peserta lain yang sudah berniqab. Lalu mereka pun ditanya apa kesan mereka setelah memakai niqab. Luar biasa, rata-rata mereka merasa nyaman dan ada juga yang menangis saking terharunya. Peserta termuda berusia 14 tahun ikut maju ke depan dan terlihat senang sekali ketika dipakaikan niqab. Masya Allah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Indadari sebagai founder Niqab Squad menutup acara dengan memberikan pesan untuk seluruh peserta agar jangan gampang menyerah saat ujian menerpa, terus saling berpegangan tangan dalam ukhuwah, saling menguatkan. Dan untuk itulah Niqab Squad dibentuk, agar para muslimah terutama yang berniqab tak merasa sendiri saat menghadapi ujian. Yang penting kuatkan niat dan tauhid karena Allah, bahwa semua yang terjadi atas izin Allah. Kemudian perbanyak membaca Al Quran karena Al Quran adalah obat hati dan hiburan bagi seorang Muslim. Yang tak kalah penting adalah rutin mendatangi majelis-majelis ilmu karena ilmu adalah pupuk bagi iman dan petunjuk bagi amal.

Sebelum pulang peserta sempat berfoto-foto dulu. Saya yang baru kali ini menghadiri acara Niqab Squad merasa excited juga, menambah pengalaman dan persaudaraan. Sempat membeli buku karya Indadari sekaligus tanda tangan tentunya. Juga membeli salah satu barang yang hasilnya akan digunakan untuk dana sedekah. Alhamdulillah, dapat barang bagus sekaligus ikut bersedekah. Semoga bisa ikut lagi di acara-acara selanjutnya.

(Salam Ukhuwah)

 

Attention!

Mungkin kamu tertarik juga membaca bagaimana serunya perjalanan saya bersama teman-teman Muslimah ke Malaysia dalam program Muslimah Trip? Sila dibaca di sini: Muslimah Trip Keliling Malaysia.

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di komunitas Blogger Muslimah Indonesia, saat ini juga jadi Tour Planner di program Muslimah Trip, dan masih aktif sebagai relawan GenPi bentukan Kemenpar untuk Halal Tourism Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *