Peggy Melati Sukma (Teteh Khadija) yang Menginspirasi

Sebuah keberuntungan akhirnya bisa bertemu dan sharing dengan Teteh Khadija yang populer dikenal dengan nama Peggy Melati Sukma. Pada acara Blogger Muslimah Meet Up yang dilaksanakan tanggal 10 Februari 2018 lalu, beliau datang membagikan pengalaman hidupnya yang sangat inspiratif.

Menyandang peran sebagai Inspirator Hijrah, Teteh Khadija mengungkapkan makna hijrah dalam pandangannya. Yuk, disimak profil lengkapnya…!

Sebelum berhijrah, lebih dari 20 tahun ia dikenal sebagai selebriti multitalenta di dunia hiburan Indonesia, pebisnis wanita, dan sudah aktif pada gerakan sosial baik melalui yayasan milik pribadi atau bersama pemerintah dengan menyandang tugas sebagai duta di berbagai bidang.

Ia memiliki beragam penghargaan, juga berpengalaman kerja di lingkup internasional dengan lembaga-lembaga seperti PBB, World Bank, Asean Youth Forum, dan lainnya. Ini tidak mengherankan jika melihat pendidikan S1 dan S2 yang ia selesaikan dengan gelar Cum Laude atau Sempurna.

Saat ini, ia sudah berpindah dari berbagai kesibukan duniawi tersebut, yang sempat membuatnya lalai dari kedekatan dengan ALLAH Ta’ala, lalu terjun sebagai aktivis dakwah dan kemanusiaan, baik di Indonesia, maupun berkeliling di luar Indonesia.

Al Quran dan Aksi Kemanusiaan

Dalam tiga tahun terakhir, Teteh Khadija sudah menjalankan misi dakwah, sosial dan kemanusiaan di 22 negara seluruh dunia, termasuk misi Palestina, Suriah, benua Afrika, serta berbagai negara Eropa, juga Amerika Serikat. Sebagai contoh, di Palestina, ia membangun sekolah untuk anak-anak cacat, pabrik kecil yang memproduksi pakaian yang dikelola oleh janda-janda syuhada. Ia juga mendirikan klinik yang memberi bantuan kaki dan tangan palsu untuk korban-korban kebrutalan zionis Israel, dan berbagai program lainnya. Terlihat di beberapa rekaman betapa bersemangatnya beliau mengajak kaum Muslim untuk terlibat dalam aksi bela Palestina.

Teteh Khadija juga aktif di dunia literasi dan sudah menulis 7 buku bernuansa Islami seperti Kujemput Engkau di Sepertiga Malam, Ya Rabbana Aku Ingin Pulang, Kun Fayakun Menembus Palestina dll.

Di Indonesia, Teteh Khadija mengelola program sosial berbasis syiar Islam yang fokus membumikan Al Qur’an yaitu pelatihan baca Al Qur’an gratis bagi kelompok-kelompok muslimah di pelosok Indonesia. Dalam tiga tahun ini telah memberi manfaat kepada lebih dari 10.000 muslimah, bekerjasama dengan Corps Da’i Dompet Dhuafa.

Ia juga masih menjalankan proyek sosialnya yaitu 99 Rumah Belajar Al Qur’an Asmaul Husna Untuk Anak Indonesia, yang dalam dua tahun sudah membangun 6 Rumah Al Qur’an di beberapa wilayah Indonesia.

Hijrah dalam Pandangan Khadija

Dalam kesempatan sharing session kemarin Teteh Khadija menjelaskan bahwa makna hijrah tak bisa hanya dilihat dari perubahan penampilannya, karena hijrah baginya adalah perjalanan hidup itu sendiri yang harus terus diperbaiki dari waktu ke waktu sampai bertemu Allah kelak. Teteh Khadija menyebut hijab baginya bukanlah tujuan hijrah tapi merupakan cara ia mendekatkan diri pada Allah. Ia menyebutnya sebagai proposal kepada Allah.

“Saya menganggap semua yang saya lakukan adalah proposal saya kepada Allah. Menerima atau tidak, itu hak Allah. Yang penting saya terus berusaha menyempurnakan proposal saya sampai Allah ridho. Memakai hijab inipun bagian dari proposal saya, bukan tujuan hijrah saya. Baik ataupun buruk yang menimpa saya, intinya Allah ingin saya terus memperbaiki diri, itu semua ujian. Perjalanan kita di dunia ini hanya singkat sekali, masih ada perjalanan panjang yang menunggu setelah kematian. Hijrah saya belum selesai hingga di dunia ini saja, namun masih berlanjut ke alam barzah, pengadilan hisab, melewati jembatan sirath dan seterusnya,” ujarnya dengan bahasa yang mengalir lancar.

Ketika Pintu Dunia Dibukakan

Teteh Khadija menceritakan perjalanan karirnya sejak masih belia, di mana beliau memang didukung oleh bakat yang banyak. Mulai bekerja sebagai artis profesional di usia 14 tahun dan mendapatkan begitu banyak kemudahan disebabkan kecerdasan dan multitalenta yang ia miliki. Meraih kesuksesan dengan cepat, dunia pun seakan ada dalam genggaman. Namun seiring itu, ia pun merasa semakin jauh dari Allah.

“Ketika segala kemudahan dalam mengejar dunia dibukakan, maka kita harus waspada karena bisa jadi kita sudah dalam kondisi istidraj, yaitu dibiarkan Allah berada dalam kelalaian dan kemaksiatan. Karena mungkin beberapa peringatan Allah yang sampai ke kita melalui orang lain atau melalui cara lain, ternyata tak menyadarkan kita. Maka akhirnya kita dibiarkan Allah, inilah yang disebut dengan istidraj. Naudzubillaahi min dzaalik,” tutur muslimah yang menyandang status sebagai Inspirator Hijrah ini.

Menurut Teteh Khadija itu semua (popularitas, harta, kecerdasan, talenta) sesungguhnya adalah ujian, apakah semakin mendekatkan diri kepada Allah atau sebaliknya. Hingga akhirnya teguran demi teguran Allah pun datang. Alhamdulillah, saat kondisinya terpuruk, segala kebiasaan baik di masa kecil seperti fasih membaca Al Quran kembali di-recall oleh alam bawah sadarnya. Hingga dalam keterpurukan itu beliau mengambil keputusan yang tepat yaitu kembali ke jalan Allah.

Bangkit Meraih Hidayah Allah

Akhirnya pelan-pelan ia bangkit, memperbaiki kesalahan demi kesalahan termasuk dalam cara berpakaian yang banyak dikomentari positif oleh para penggemarnya. Teteh Khadija merasa beruntung karena telah diselamatkan Allah. Semua itu menurutnya adalah karena Allah semata yang menggerakkan hatinya, bukan karena kehebatan dirinya.

Dalam kesempatan sharing session bersama Blogger Muslimah ini, Teteh Khadija berpesan kepada para muslimah agar terus belajar, terus memperbaiki diri. Karena begitu banyak orang di dalam kubur sana yang berharap bisa kembali ke dunia meskipun hanya untuk sujud sekali saja. Jangan mau menukar syariat Allah dengan harta sebanyak apapun. Beliau pernah merasakan manisnya harta, bayaran ratusan juta sudah biasa ia terima, namun semua itu tak ada nilainya dibanding hidayah dan iman yang dikaruniakan Allah.

“Kalau kita bela agama Allah, kita tolong agama Allah dan kita urus urusan Allah, maka Allah akan urus semua urusan kita. Sejak aktif berdakwah, saya sering mendapat rezeki yang tak diduga-duga. Bayangkan, selama 21 tahun menjadi artis, saya hanya mampu menempuh 7 negara saja. Namun sejak aktif di dunia dakwah saya sudah mengunjungi tak kurang dari 22 negara. Masya Allah, terasa sekali Allah Maha Kuasa,” tutur Teteh Khadija membuat peserta Meet Up berdecak kagum.

Selama berlangsungnya sharing session ini, para peserta nampak terdiam, menyimak dengan penuh perhatian. Terlihat sekali mereka terbius oleh cerita Teteh Khadija yang memang inspiratif sekali. Beberapa nampak menunduk menahan haru. Beberapa mata nampak berbinar penuh rasa salut. Dan beberapa wajah mengekspresikan perasaan yang bercampur aduk. Namun intinya semua merasa perlu melakukan introspeksi diri, mencoba bercermin dari sosok seorang Peggy Melati Sukma yang meninggalkan glamournya dunia keartisan dan memilih kembali mendekap imannya kuat-kuat sebagai sosok Khadija.

Peserta Disesaki Rasa Haru

Di akhir acara, beberapa peserta diberi kesempatan bertanya. Saat itulah nampak ekspresi mereka sesungguhnya. Para penanya ini rata-rata menangis saat mengungkapkan perasaannya. Bahkan seorang peserta yang duduk paling belakang berdiri dan minta waktu untuk bicara, “Teteh, terimakasih sudah berbagi dengan kami. Saya dari tadi diam di belakang menahan tangis namun tetap tak kuasa menahannya. Diam-diam saya menangis. Saya orangnya ndablek, Teh, susah nangis. Tapi entah kenapa tadi susah sekali menahannya. Semua yang teteh ceritakan tadi benar-benar menceritakan diri saya. Shalat yang suka ditunda hingga ke akhir waktu, itu saya banget, dengan alasan kesibukan.”

Ya, dalam sharing-nya, Teteh Khadija memang mengatakan bahwa kita masih sering menduakan Allah. Kalimat tauhid ‘laa ilaahaillallah‘ ternodai oleh perilaku kita. Kita mengaku tak ada tuhan selain Allah, tapi kenyataannya kita menuhankan pekerjaan, menuhankan karir, menuhankan harta dan sebagainya. Terbukti dengan didahulukannya segala urusan itu dibanding urusan dengan Allah. Shalat yang merupakan saat pertemuan terindah dengan Allah selalu ditunda-tunda seolah kita tak rindu bertemu Allah.

Banyak sekali pelajaran dan inspirasi yang diserap dalam sharing session ini, alhamdulillah. Terakhir Teteh Khadija bercerita tentang aktivitasnya di bidang kemanusiaan seperti membantu rakyat Palestina, Suriah dan sebagainya. Kegiatannya di Urban Syiar Project termasuk untuk mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut. Menurut saya ini adalah program yang keren banget dan patut didukung. Teteh Khadija menunjukkan bahwa sebagai muslimah ia tetap berdaya bahkan lebih berdaya dan menginspirasi lagi dibanding masih jadi artis populer dulu. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menurunkan hidayah-Nya pada orang-orang yang terus mencari-Nya. Semoga Allah jaga nikmat itu selamanya ya, Teteh!

Kamu bisa baca di sini tentang Urban Syiar Project, dari Khadija untuk Dakwah dan Kemanusiaan.

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di komunitas Blogger Muslimah Indonesia, saat ini juga jadi Tour Planner di program Muslimah Trip, dan masih aktif sebagai relawan GenPi bentukan Kemenpar untuk Halal Tourism Indonesia.


4 thoughts on “Peggy Melati Sukma (Teteh Khadija) yang Menginspirasi

  1. Leila

    Ma sya Allah. Kemarin akhirnya beli buku teh Peggy juga, tidak bisa menyimak langsung tapi semoga bisa meresapi juga kisah hijrah beliau. Btw link Urban Syiar Project-nya belum bisa diklik, Uni…

    Reply
  2. Dian Restu Agustina

    Begitu selesai acara..saya langsung cus, cari buku Beliau. Lantaran Beliau sempat terucap, 400 halaman saja belum cukup untuk menulis semua kisah hijrahnya…Masya Allah.
    Alhamdulillah. Terima kasih buat Blogger Muslimah yang menginisisasi sharing session dengan sosok Muslimah inspiratif seperti Teteh Khadija ini…Barakallah Blogger Muslimah 🙂

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *