Pencegahan dan Pengendalian Kanker Pada Anak

Tanggal 16 Oktober kemarin di gedung Kementerian Kesehatan RI diadakan sebuah acara yang menurut saya sangat menarik dengan tema “Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak” dengan pembicara yang kompeten di bidangnya. Dalam kesempatan ini hadir dr. Mururul Aisyi menjelaskan apa itu kanker pada anak dan bagaimana ciri-cirinya, Ada juga dr. Cut Putri Arianie M. Kes sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dari Ditjen P2PTM yang membeberkan bagaimana pihak kementerian berusaha melakukan tindakan dan sosialisasi mengenai kanker pada anak. Kemudian hadir juga Penyintas Kanker Anak, Natarini Setiangingsih.

Kenali Kanker Pada Anak

Kanker anak adalah kanker yang menyerang anak di bawah usia 18 tahun. Menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDi) tahun 2005-2007 perkiraan angka kejadian kanker anak adalah 18 anak dari 100.000 anak (0-5 tahun) dan 10 anak dari 100.000 anak (5-14 tahun).

Dalam acara ini narasumber pertama, dr. Mururul Aisyi Sp. A(K) mengatakan bahwa kanker adalah sel tumor yang pembelahannya tak terkendali. Kanker pada anak tidak dapat dicegah, berbeda dengan orang dewasa yang masih bisa dicegah. Kanker pada anak ini biasanya ada 6 jenis yaitu:

1.Leukemia (Kanker Darah)

Leukemia ini adalah kondisi di mana sel darah merah dimakan oleh sel kanker sehingga menyebabkan anak menjadi pucat, panas, pendarahan pada kulit, nyeri tulang dan lesu.

2. Retinoblastoma (Kanker Mata)

Retinoblastoma ini adalah kanker yang menyerang mata anak dengan gejala juling, manik mata memutih, mata merah, kornea mata membesar, peradangan jaringan bola mata dan penglihatan buram.

3. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah jenis kanker langka yang berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak. Biasanya menunjukkan gejala kebiruan di sekitar mata dan benjolan di bagian perut.

 

4. Limfoma Maligna (Kanker Kelenjer Getah Bening)

Limfoma ini menunjukkan gejala munculnya benjolah di salah satu sisi leher dengan ukuran di atas 2 cm tanpa rasa sakit, sesak nafas, demam dan lesu.

5. Osteosarkoma (Kanker Tulang)

Gejala Osteosarkoma adalah nyeri tulang di malam hari setelah beraktivitas, terjadi pembengkakan kemerahan dan nyeri, patah tulang saat beraktivitas biasa bahkan tanpa trauma, serta gerakan yang terbatas di area sekitar kanker.

6. Karsinoma Nasofaring (Kanker Hidung)

Ini adalah jenis kanker dengan gejala ingus campur darah, mimisan, serta hidung tersumbat. Sementara pada telinga adalah telinga berdengung, telinga terasa penuh, serta nyeri twlinga. Pada mata gejalanya adalah penglihatan ganda. Gejala lain adalah terjadi pembesaran kelenjer getah bening.

Peran Kementerian Kesehatan untuk Mencegah dan Mengendalikan Kanker pada Anak

Mewakili Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menulat (P2PTM), dr. Cut Putri Arianie M. Kes menjelaskan bahwa kementerian kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk menolong anak-anak yang terkena kanker. Kegiatan yang dilakukan antara lain:

  1. Melakukan sosialisasi dan deseminasi informasi tentang kanker anak melalui berbagai media cetak, elektronik dan lainnya serta pemasangan spanduk berisi pesan tentang kanker anak.
  2. Membuat surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi di Indonesia terkait Hari Kanker Anak untuk melakukan promosi kesehatan.
  3. Upaya promotif dan preventif seperti kampanye, pelatihan TOT Penemuan Dini Kanker pada Anak untuk 20 Provinsi dengan tenaga kesehatan yang sudah terlatih sebanyak 60 nakes.
  4. Deteksi Dini Retinoblastoma di DKI Jakarta Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Pontianak, Kota Bandar Lampung dengan rujukan ke FKRTL didukung oleh JKN dan bekerjasama dengan Dinkes prov/kab/kota dan organisasi profesi setempat serta LSM.
  5. Penyusunan regulasi pendukung bagi layanan kanker pada anak dan paliatif kanker anak.
  6. Pengembangan 14 Rumah Sakit rujukan nasional yang menjadi pusat pelayanan kanker dan pusat registrasi kanker di Indonesia.

 

Sharing dengan Penyintas Kanker Anak

Dalam kesempatan ini dihadirkan juga seorang penyintas kanker anak, Natarini Setiangingsih yang berbagai pengalamannya ketika dulu menjadi pengidap kanker darah atau leukemia. Bagaimana ia berusaha sembuh dibantu oleh orangtua yang tak pernah menyerah, selalu menyemangati dan berpikir positif. Ternyata kanker bukanlah akhir segalanya. Dengan semangat yang tinggi serta usaha penyembuhan yang disiplin penderita kanker pun bisa sembuh dan beraktivitas seperti yang lain. Jadi peran orangtua sangat penting bagi kesembuhan seorang anak pengidap kanker.

Terakhir, dr. Cut Putri Arianie M. Kes mengingatkan pada slogan CERDIK untuk dijadikan pegangan bagi masyarakat dalam pencegah dan mengendalikan kanker pada anak. CERDIK merupakan singkatan dari:

√Cek kesehatan secara berkala.

√Enyahkan asap rokok.

√Rajin beraktivitas fisik.

√Diet sehat dan seimbang.

√Istirahat cukup.

√Kelola stres.

Acara yang sangat bermanfaat ini ditutup dengan sesi tanya jawab bersama para peserta yang terdiri dari blogger dan wartawan media massa. Sampai jumpa di kegiatan menarik lainnya! (NSR)

 

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di komunitas Blogger Muslimah Indonesia, saat ini juga jadi Tour Planner di program Muslimah Trip, dan masih aktif sebagai relawan GenPi bentukan Kemenpar untuk Halal Tourism Indonesia.


4 thoughts on “Pencegahan dan Pengendalian Kanker Pada Anak

  1. Ria Bilqis

    Semoga anak anak kita terhindar dari penyakit ka ker ya mba, dan semoga mereka yang sedang menderita sakit kanker bisa segera sembuh. Dengan semakin banyaknya yang mengerti tentang gejala kanker pada anak akan kebih baik.

    Reply
  2. ovianty

    Masih berusaha untuk menerapkan CERDIK di keluarga. Gaya hidup sehat memang diperlukan agar sehat dan terhindar dari penyakit. Semoga sembuh anak-anak penderita kanker, kalian hebat

    Reply
  3. ovianty

    Masih berusaha untuk menerapkan CERDIK di keluarga. Semoga anak-anak penderita kanker dan orang tuanya, tetap bersemangat untuk sembuh. Kalian semua hebat

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *