Rahasia Menembus Media Cetak

rahasia-menembus-mediaMeski sudah sering menembus media online, namun jika belum menembus media cetak rasanya belum afdhol sebagai penulis. Begitu komentar teman-teman penulis. Meski rahasia menembus media cetak dan online itu hampir sama saja namun media cetak memiliki tingkat kesulitan berbeda dan memiliki kebanggaan tersendiri bagi penulis.

Menembus media cetak itu susah-susah gampang. Kalau mau yang susahnya bisa dan kalau mau yang gampangnya juga bisa. Berdasarkan pengalaman saya sih begitu, gak tau kalau pengalaman orang lain. Karena pengalaman menembus media cetak ini bisa saja beragam pada setiap penulis. Lumayanlah, sedikit pengalaman saya sebagai penulis, sebagai editor penerbitan dan sebagai redaktur di majalah bisa saya bagikan buat kamu yang masih kepo dengan media cetak.

Nah, yang susahnya gimana? Yang susahnya adalah kamu tulis aja apa yang kamu suka dan kirim ke media manapun yang kamu mau. Susahnya dimana? Susahnya adalah memprediksi dimuat atau tidaknya tulisanmu. Karena konsep hantam kromo dalam menembus media resikonya memang serba gak jelas.

Lalu kalau yang gampangnya gimana? Nah, eng ing eeeng… inilah cara gampangnya agar kamu bisa menembus media cetak. Gampang di sini maksudnya adalah gampang memprediksi dan mengukur tingkat kesuksesanmu.

Mempelajari Media

Ini adalah syarat wajib jika ingin menembus media cetak. Kita harus tahu karakter setiap media. Karena masing-masing media memiliki target pasar masing-masing. Ketika naskah kita sampai ke tangan redaksi maka yang dipertimbangkan oleh mereka adalah, apakah tulisan kita itu cocok dengan selera pasar mereka atau tidak? Meskipun redaksi menyukai tulisan kita tapi kalau tidak cocok dengan selera pasar media mereka maka kemungkinan tulisan kita akan dikeranjangsampahkan.

Memilih Rubrik

Nah, sekarang kamu mau menulis apa? Tulisan mana yang ingin dikirim ke media? Koran atau majalah memiliki banyak rubrik, mulai dari fiksi, treveling, tokoh, puisi dan sebagainya. Meski setiap orang memiliki kecenderungan pada satu rubrik tapi menjajal rubrik lain juga perlu dicoba karena bisa jadi yang mengirim tulisan di rubrik tersebut sangat sedikit, jadi sainganmu juga sedikit. Banyak kok penulis fiksi mengirim untuk rubrik lain dan berhasil! Ini akan memperkaya pengalaman kita dalam menembus media cetak.

Membenahi Tulisan

Pastikan tulisan yang kita kirim ke media cetak itu dalam kondisi rapi, tanpa typo, paragraf rata kiri kanan, judul menonjol dan jenis huruf yang tidak macam-macam. Redaksi biasanya sudah hapal karakter naskah yang layak disisihkan dan yang layak dibuang, hanya dengan melihat penampilan naskah. Itulah kemahiran redaksi media cetak. EYD adalah patokan utamanya. Jadi pastikan naskahmu rapi, terlihat cantik dan nyaman dibaca. Tunjukkan bahwa kamu seorang penulis yang sudah profesional dengan rapinya tulisanmu. Sekali lagi, jangan abaikan EYD!

Cari Momen

Salah satu yang biasa dibahas redaksi saat mempersiapkan edisi mereka selanjutnya adalah momen. Bulan depan itu ada momen apa? Misalnya di bulan Desember ada momen Hari Ibu. Maka isi sebuah media biasanya ramai dengan momen tersebut. Maka tulislah naskah dengan tema “Ibu”. Tapi jangan lupa, mengirimnya lebih baik sebulan sebelum momen tersebut. Untuk momen Hari Ibu sebaiknya naskah sudah kamu kirim di bulan November awal. Karena kalau terlalu mepet bisa jadi naskah lain sudah ada yang siap dinaikkan.

Beri Surat Pengantar

Jika kita belum pernah menulis di media yang kita tuju, maka ada baiknya menuliskan surat pengantar di awal naskah atau di halaman body email. Surat ini cukup berisi salam perkenalan dan sedikit biodatamu. Mungkin tulisanmu sudah sering dimuat di media lain tapi di media yang kini jadi targetmu belum pernah, jadi bisa saja mereka tidak mengenalmu sama sekali. Nah dengan melihat biodatamu maka redaksi akan punya pertimbangan lebih karena ternyata kamu sudah biasa menulis di media cetak. Ini akan jadi nilai tambah di awal buat kamu. Kalaupun kamu belum punya pengalaman menulis di media, menulis biodata singkat juga perlu. Sudah, itu sudah cukup kok sebagai pengantar ke redaksinya, kamu gak perlu curhat kok dan mengemis-ngemis agar naskahmu dimuat hehe…

Kirim Naskah Terbaikmu

Naskah terbaik di sini maksudnya adalah naskah yang benar-benar matang. Jangan karena mengejar momen di atas maka tulisanmu jadi setengah matang. Selain membenahi EYD seperti yang sudah saya tulis di atas, maka isi tulisanmu perlu dibaca ulang dan diulang. Bisa jadi ada paragraf yang perlu ditukar posisinya dengan paragraf lain. Bisa jadi fokus tulisanmu masih kemana-mana. Bisa jadi pesan yang disampaikan belum terbaca. Semua ini adalah pematangan tulisan agar tidak terkesan asal jadi. Meski sudah rapi EYD dan typo-nya namun jika isinya belum padat berisi maka redaksi tetap akan mengeliminasi naskahmu.

Hubungi Redaksi

Tidak ada larangan bagi penulis untuk menghubungi redaksi media cetak yang dikiriminya tulisan. Jika kamu hanya ingin menanyakan apakah naskahmu dimuat atau tidak maka cukup dengan mengirim email karena jika kamu menelepon bisa jadi redaksi sedang sibuk atau perlu mencari dulu naskahmu di antara tumpukan naskah lainnya. Namun jika kamu ingin menanyakan berapa lama naskahmu harus menunggu antrean atau naskah seperti apa yang paling dicari oleh redaksi maka kamu boleh saja menelepon. Tapi ingat, jangan menelepon untuk berdiskusi tentang naskahmu, dimana kelemahannya, apa sisi menariknya dan sebagainya. Itu namanya mengganggu kesibukan redaksi hehehe…

Pantang Menyerah

Mungkin ini sudah nasihat yang biasa didengar oleh penulis. Sabar dan pantang menyerah dalam menerima penolakan adalah hal yang perlu dilewati. Kamu bisa mengirim naskah yang sama berulang kali ke sebuah media cetak dengan mengubah judul atau mengubah isinya. Bisa jadi akhirnya tulisanmu dimuat karena redaksi sudah hapal dengan nama kamu atau memang karena kualitas tulisanmu yang semakin membaik setelah direvisi berkali-kali.

Nah, sudah cukup kayaknya delapan kiat atau rahasia menembus media cetak yang bisa kamu jadikan bekal. Jadi setelah melewati latihan menulis yang cukup, tugas berikutnya bagi seorang penulis adalah mempelajari banyak media massa untuk mencari jodoh naskahnya. Karena tulisan yang bagus tak selalu diterima dan dimuat oleh media tertentu karena tidak cocok dengan karakter medianya. Makanya perlu dipelajari karakter setiap media dan kiat khusus untuk menembusnya.

Setidaknya cara yang saya uraikan di atas itu adalah pengalaman pribadi ketika mengirim naskah ke koran, majalah dan penerbit. Cukup sering dimuat dan tidak jarang pula ditolak, tentu menjadi pengalaman berharga bagi saya. Semoga bermanfaat buat yang membaca dan terimakasih buat yang membagikan artikel ini (modus hehehe).

Oke, Guys, keep writing!

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik sebagai penulis bermuatan lokal dan aktif menulis di berbagai media massa cetak sejak tahun 2002 dengan cerbung berjudul Putri Kejawen. Media yang pernah menulis karyanya seperti Majalah Kartini, Paras, Ummi, Suara Pembaruan, Warta Kota, dan juga koran daerah. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku.


5 thoughts on “Rahasia Menembus Media Cetak

  1. Nur Terbit

    Tulisan menarik dan bisa jadi panduan bagi yang ingin menekuni bidang tulis menulis, terutama menulis di media cetak.

    Pengalaman saya sebagai mantan editor salah satu media cetak ibukota, bhw memang benar di satu sisi kita di redaksi sering kekurangan naskah utk satu rubrik tertentu. Redaksi tentu tdk bisa mengandalkan wartawan atau reporter di lapangan karena mereka juga sdh ada penugasan khusus mengejar berita.

    Satu contoh, ketika saya memegang rubrik pariwisata. Saya terpaksa hrs turun sendiri ke lapangan mencari obyek wisata dan menuliskannya. Itu karena saya tdk bisa mengandalkan wartawan di lapangan.

    Ini sekedar berbagi pengalaman saja. Salut utk bunda Novi utk artikelnya ini: bagaimana menembus media cetak. Berapa honor untuk sebuah tulisan, itu bukan urusan redaksi tapi bagian tata usaha atau keuangan media. Yang penting nulis aja dulu deh, urusan honor belakangan hehehe…

    Salam…

    Reply
  2. El Nurien

    Assalamu ‘alaikum, Mbak Novia.. Salam kenal 🙂

    Terima kasih banyak, artikelnya sangat bermanfaat.. Mudahan tetap semangat menulis dan terus menebarkan kebaikan.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *