Saya dan Blog Zaman Purba

Seru menyimak obrolan teman-teman tentang kisah mereka pertama ngeblog. Seorang teman penulis dengan bersemangat menceritakan keseruan waktu jadi MP-ers (istilah untuk para pengguna Multiply) yang booming di tahun 2005, saat Multiply jadi idola.

Lalu teman satu lagi yang sekarang rajin nulis skenario ikut bercerita bagaimana dulu asyiknya ngeblog di Blogdrive sekitar tahun 2004 meskipun isinya puisi dan curhat semua. Saya dulu suka mampir ke blog dia dan ikut meledek curhatannya. 😀

Lalu teman saya yang sekarang rajin ngebuzzer juga nimbrung, bercerita kalau dia sangat suka dengan platform blog yang ada sekarang seperti Blogspot dan WordPress.

“Via, lo dulu mulai ngeblog waktu jadi MP-ers kan? Blognya warna hijau, isinya kebanyakan cerpen,” kata teman saya yang penulis skenario.

Saya tersenyum ngebayangin blog saya waktu itu, “Bisa iya bisa tidak.”

“Maksud lo?”

“Saya kan orang kampung, kenal internet baru tahun 2000. Tapi bukan Multiply yang pertama bikin saya kenal blog,” jawab saya.

“Blogdrive, ya? Kan waktu itu dirimu suka komen-komenan di millis group, soal warna blog sama temen kita yang punya blog berwarna biru itu,” samber teman saya yang penulis. Hahaha, masih ingat aja dia si pemilik blog warna biru itu.

“Sebelum ke Multiply memang di Blogdrive dulu. Tapi ada lagi sebelum itu. Kalau saya menyebutnya platform zaman purba,” jawab saya tertawa.

“Apa itu?” Mereka penasaran.

“Geocities. Yang kalau mau update kita offline dulu, ntar kalau sudah siap baru dinaikin dan online pakai jaringan telepon rumah yang mahalnya minta ampun.” Duh, penjelasan saya ini membuat saya mendadak merasa tua banget. 😛

“Terus, selama itu ngeblog kenapa lo gak kunjung jadi seleb?” tanya teman saya yang penulis skenario.

Hahaha, asli jadi ketawa ngakak. “Emang harus gitu? Lo kan tau, zaman dulu ngeblog bukan buat narsis, bukan buat ngebangun personal branding, tapi cuma buat menyalurkan hobby.”

Oke, biar tidak ada yang bertanya-tanya, mungkin penjelasan di bawah ini bisa membuat kamu lebih paham sejarah saya ngeblog. Hanya blog ya, tidak jejaring sosial semacam Friendster, MySpace dan sebagainya.

 

GeoCities

Ini adalah layanan hosting blog atau web yang pertama masuk ke Indonesia tahun 1995. Layanan yang kemudian diakuisisi oleh Yahoo, dan kelak juga tumbang di tangan Yahoo tahun 2009. Saya yang berasal dari kampung terpelosok ini dan hijrah ke Jakarta tahun 1996, baru mengenal GeoCities sekitar tahun 2000, lima tahun setelah orang lain mengenalnya. Telat? Rapopo. Wong kita dari kampung ini, HP aja baru megang waktu itu dengan merek Nokia 6150, pakai kartu perdana Simpati yang harganya setengah dari harga HP-nya, 450.000 berisi pulsa 200.000 (halah, pake diinfoin segala). Wajar dong kalau baru kenal internet.

Nah di GeoCities inilah saya dengan semangat ’45 belajar merakit kode-kode HTML yang gampang-gampang susah itu. Bayangkan, yang kita buat adalah sebuah halaman kosong agar ada bentuknya. Kalau tidak salah ingat waktu itu menggunakan p-Machine untuk utak-atiknya. Bukan seperti blog sekarang yang tinggal pasang comot template. Dipandu sebuah buku dan dibantu abang saya yang jago internet, akhirnya jadi juga blog sederhana saya. Ngomong-ngomong soal abang saya, beliau ini memang jago, paham kode-kode meskipun bukan seorang programmer, dan menguasai juga soal jaringan (LAN) dengan sertifikat resmi CISCO. Kamu butuh ahli jaringan? Kontak saya ya, harga cingcai lah, hehehe…

Nah, blog saya yang di GeoCities itu jika kamu lihat di hari ini maka akan membuatmu berteriak histeris, “What??? Ini disebut blog?!”
Oke, cukup! Gak usah dibayangkan segala. Ini hanya sekadar mengingat-ingat masa lalu aja kok, dan kita cukupkan segitu pembahasan tentang GeoCities ya. Kalau mau lebih lengkap silakan searching sendiri. Soalnya saya sendiri sudah banyak lupa. Sudah 17 tahun silam, Cuy! Dan jejak GeoCities sendiri sudah susah diendus karena tinggal sejarah.

Blogdrive

Nah, bergeser dari platform zaman purba itu, berkenalanlah saya dengan Blogdrive, sekitar tahun 2003. Selain Blogdrive, konon ada juga platform Classmates, namun saya gak sempat menggunakannya. Di Blogdrive ini saya cuma nulis puisi dan sharing artikel dengan sesama pengguna Blogdrive yang rata-rata teman penulis juga. Dan ternyata di platform inilah saya sama-sama jadi anggota dengan si Akang Dosen Galau itu. Uhuk! Dia juga suka nulis puisi lho dulu di sana. 😀

Multiply

Kemudian era pun berganti, tahun 2004 Multiply booming karena tampilannya yang lebih kece. Saya dan beberapa teman pun hijrah dan bergabung bersama para MP-ers (sebutan untuk pengguna Multiply) lainnya sekitar awal tahun 2005. Yang seru, kita bisa mengganti templatenya dengan template custom, tak hanya yang disediakan oleh Multiply saja. Tinggal copy paste kode-kodenya ke dashboard blog kita maka jadilah tampilan blog kita beda dari yang lain. Di platform ini saya banyak memosting cerpen-cerpen saya yang pernah dimuat di media massa. Lumayan banget buat pamer-pamer karya. 😀

Oya, saat jadi MP-ers inilah saya pertama kali mengenal komunitas blogger yaitu Indonesian Moslem Blogger (IMB) dan sempat ikut kopdaran di Ragunan tahun 2006. Pendirinya siapa lagi kalau bukan si Akang Dosen Galau itu.

WordPress

Tahun berganti, tiba-tiba abang saya kembali menawarkan sebuah platform baru (baru buat saya sih) yaitu WordPress. Itu sekitar tahun 2008. Katanya platform ini jauh lebih kece dari Multiply. Saya gak yakin, soalnya sudah kadung cinta sama Multiply saya yang bernuansa hijau ranau itu. Saya pun dikirimi link blognya. Aha! Saya mendadak terpesona. Kesetiaan saya terhadap Multiply runtuh. Saya pun berpaling, membuat domain baru di WordPress. Gak kira-kira, langsung pakai TLD www.noviasyahidah.com. Belagu amat, yak!

Maka mulailah saya mengutak-atik blog baru itu, mencoba mengubah templatenya sesuai selera saya. Oya, saya sempat lama menggunakan template Ayumi buatan Nurudin Jauhari. Ada kebanggaan tersendiri memakai template buatan orang Indonesia. Warnanya juga hijau dan pas dengan selera saya. Gak tahu apakah sekarang masih ada atau enggak.

Terakhir tahun 2012 saya ganti domain lagi karena gak nyaman menggunakan nama sendiri sebagai nama blog. Maka jadilah Tinta Perak ini yang saya gunakan hingga sekarang.

Saya juga sempat mencoba membuat blog lain di Blogger, tapi tetap merasa lebih asyik di WordPress. Templatenya banyak dan tampilannya kekinian. Plugin-pluginnya juga beragam dengan berbagai fungsi. Cocoklah untuk yang suka utak-atik tapi gak sekolah coding kayak saya.

Nah, itulah awal perkenalan orang dari kampung ini dengan dunia maya. Semoga gak terlalu norak ya untuk diceritakan. Gimana dengan kamu?

Salam Blogging!

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik sebagai penulis bermuatan lokal dan aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di Blogger Muslimah, saat ini masih aktif sebagai Manager Marketing dan Komunikasi di Asia Wisata, juga relawan di program Wonderful Indonesia.


35 thoughts on “Saya dan Blog Zaman Purba

  1. Leila

    Sempat susah move on dari MP, sampai MP ditutup pun gak kunjung mantap bikin baru, Uni :). Tapi, memang akhirnya menemukan pelabuhan baru di wordpress.

    Reply
  2. Anis khoir

    Sempat nulis beberapa artikel di MP, kemudian ditutup.
    Dan sampai sekarang setia dengan blogspot.
    Coba WP tapi kok rasanya harus taaruf lagi dg blog. Jadi malas utak atik

    Reply
  3. Nur Terbit

    Weih keren…..
    Saya baru mengenal blog setelah sering datang meliput acara Pesta Blogger sebagai wartawan. Lama2 tertarik dan belajar sendiri utak-atik blogspot dan wordpres. Eh, blog saya lupa passwordnya dan hilang. Sekarang gak mau repot.dan minta teman bikinin yg dotkom: http://www.nurterbit.com sampai sekarang. Tinggal nyemplungin tulisan. Beres

    Reply
  4. Fara Alfaza

    Aku punyanya dulu blogdrive, diajarin bikinnya sama si aa. Dari dulu d blog udah ada tazmanian devil yg terbang2an. Masangnya ribet, pake kode2. Skrg kan tinggal tempel. Tp d blog baru blum ada tazmanian devilnya.

    Blog itu bersejarah banget soale cerpen Kamar No. 13 dulu aku publish di situ. Pas ada pengumuman pengumpulan cerpen, aku copas dari blog, d warnet dket sekolahan. Gak nyangka banget lolos seleksi. Sayang, skrg udh gak bisa dibuka

    Reply
      1. Chahakim

        Lupa password n email buat login. Jaman dlu kan aku suka bgtz bikin blog tiap ada web yg nyediain blog gratisan. Cuma buat nyobain template aj. Jadi keliru2 gt alamat email n passwordnya

        Reply
  5. Denik

    Saya mah apalah. Tahunya blogspot aja. Mau pindah yang lain mesti ada yang mandu. Secara gaptek dan gampang panik.. Hehehe

    Reply
  6. merisa

    baru tau ada geocities dan blogdrive.. eh blogdrive bru tau kmaren pas baca2 ttg asal muasal blog. dr dlu taunya blogspot dan wordpress.. dan bikin blog krn tugas kuliah.. mupeng jd penulis kaya uni jaman smp gegara baca majalah annida cerbung uni yg putri kejawen..

    Reply
  7. Dian Restu Agustina

    Tahun 2000 sudah mulai melek blog meski purba itu mah kereeen, Mbak Novia..Lha saya waktu itu kemana ya hahaha..

    Tapi memang kalau menilik sejarahnya membuat kita kagum pada kemajuan IT ini ..

    Meski banyak sisi buruk yang menyertai, semoga dengan berbagi kebaikan lewat tulisan di blog masing-masing..blogger bisa ikut serta membawa dampak positifnya 🙂

    Reply
  8. Siska Dwyta

    Wah, mbak ternyata ngeblognya dari jaman purba Yaa. Hehe.. jadi penasaran gimana tampilannya blog jaman dulu

    Sy sama sekali gak tahu klu Ada platform geocities Dan blogdrive, kalau multiply tahu sih, sempat dapat cuma nggak sempat bikin blog distu karena seingat saya susah bikinnya. Mainnya cuma di friendster aja yang tampilannya emang kayak dgn blog hehe..

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *