Serius Mau Poligami ala Rasul?

Sebenarnya kita sih senang-senang aja banyak lelaki yang ingin mengikuti sunnah Rasul. Salah satu yang dianggap sunnah beliau adalah poligami. Hadeuuuh, kok poligami lagi sih yang dibahas? Hehe jangan baper dulu, ini hanya semacam reminder aja bagi mereka yang bersemangat untuk menjalankan sunnah yang satu ini, meskipun menurut saya pribadi menggunakan kata ‘sunnah’ untuk istilah yang satu ini agak gimana gitu. Kesannya jadi kayak perlu diperjuangan supaya terlaksana. 😀

Okelah, gak perlu berpanjang lebar ya. Kita lihat sama-sama bagaimana poligaminya Rasul, dengan cara mengenali istri-istri beliau dan alasan beliau menikahinya. Nama-nama di bawah ini di luar Khadijah, Aisyah dan Hafshah yang sudah banyak dikenal karena banyak ditulis dan diceritakan di buku-buku.

1. Saudah binti Zam’ah Ra.

Beliau adalah janda berusia 70 tahun saat dinikahi Nabi SAW, yang saat itu berusia 52 tahun. Saudah wanita berkulit hitam, janda dari sahabat Nabi yang menjadi perisai Nabi saat perang. Memiliki 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama. Alasan Rasulullah menikahinya untuk menjaga keimanan Saudah dari teror kaum musyrikin yang terus mengganggunya.

2. Ummu Salamah Ra.

Beliau adalah janda berusia 62 tahun dan Rasulullah berusia 56 tahun. Ummu Salamah adalah putri dari bibi Nabi, seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar. Alasan dinikahi karena perintah Allah untuk membantu dakwah Rasulullah.

3. Ummu Habibah Ra.

Beliau adalah janda berusia 47 tahun dan Rasulullah berusia 57 tahun. Ummu Habibah adalah mantan istri Ubaidillah bin Jahsyi, yang bercerai karena suaminya pindah ke agama Nasrani. Alasan dinikahi Nabi adalah untuk menjaga Ummu Habibah dari pemurtadan.

4. Juwairiyyah bin Al-Harits Ra.

Beliau adalah janda berusia 65 tahun dan Nabi berusia 57 tahun. Tawanan perang yang tidak memiliki sanak saudara, dan memiliki 17 anak dari pernikahan pertamanya. Dinikahi Nabi karena petunjuk Allah, memerdekakan budak, pembebasan dari tawanan perang dan menjaga keimanannya.

5. Shafiyah binti Huyai Ra.

Shafiyah sudah dua kali menjanda, dinikahi Nabi saat berusia 53 tahun dan Rasulullah berusia 58 tahun. Wanita Muslimah dari kalangan Yahudi Bani Nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya. Rasulullah menikahinya demi menjaga keimanan Shafiyyah dari boikot dan teror orang Yahudi.

7. Maimunah Binti Al-Harits Ra.

Beliau adalah janda berusia 63 tahun dan Rasulullah berusia 58 tahun. Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza dari kalangan Yahudi Bani Kinanah. Dinikahi Rasulullah untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan Bani Nadhir.

8. Zainab binti Khuzaimah Ra.

Beliau adalah janda berusia 50 tahun dan Rasulullah berusia 58 tahun. Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang lemah di rumahnya. Mendapat gelar ibu kaum miskin. Dinikahi karena petunjuk Allah untuk bersama-sama menyantuni anak yatim dan orang lemah.

Nah, setelah turun ayat Al Quran yang membatasi para lelaki hanya boleh beristri sampai empat saja, tentu bukan tanpa maksud. Allah Maha Tahu, kualitas generasi penerus Islam yang berikutnya tentu tak akan mampu menandingi Rasul dalam hal keimanan dan ibadah. Apalagi generasi zaman sekarang yang sudah berada di akhir zaman. Membatasi jadi empat saja tentu tak bermaksud menyuruh harus lebih dari satu. Itu pilihan, tergantung keadaan dan kebutuhan. Jika melihat banyaknya para gadis yang belum menikah di usia kepala empat di zaman sekarang, mungkin poligami bisa jadi solusinya. Sayangnya para lelaki yang bersemangat menjalankan sunnah masih lebih memilih para gadis belia atau janda-janda menggoda. Ya, itu saja sudah menunjukkan standar keimanan dan amalan mereka. Jadi kalau mau berdalih ikut sunnah Rasul, maka ikutilah dengan cara yang benar juga.

Jangan lupa baca juga yang ini: 7 Langkah Menuju Poligami

Sebelum postingan ini bikin hati para lelaki bad mood, maka saya titip pesan satu saja. Berlombalah terlebih dahulu dalam meningkatkan iman dan amal seperti sunnah Rasul sebelum bersemangat mengikuti sunnah bernama poligami, karena bertahun-tahun Rasul hidup hanya didampingi oleh Khadijah yang 15 tahun lebih tua dari beliau, Rasul hanya sibuk menggembleng keimanan, ibadah dan dakwah, bukan sibuk mikirin istri baru. Para suami zaman sekarang bagaimana? Jangan sampai nanti masuk ke dalam golongan orang-orang yang sibuk membanggakan banyaknya harta, anak dan istri mereka. Alih-alih menolong para muslimah yang masih lajang di usia matang, mereka malah sibuk mengejar yang sesuai dengan nafsu pribadi. 😀

Salam Sunnah!

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik sebagai penulis bermuatan lokal dan aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita dengan judul Cinta Jemputlah Aku. Selain jadi Founder di Blogger Muslimah, saat ini masih aktif sebagai Manager Marketing dan Komunikasi di Asia Wisata, juga relawan di program Wonderful Indonesia.


7 thoughts on “Serius Mau Poligami ala Rasul?

  1. Siska Dwyta

    Maa syaa Allah luar biasanya Rasulullaah, jadi saya setuju dengan mbak Novia nih, kalau laki2 mau poligami dengan alasan nyunnah kesannya yaa kayak gimana gitu. Rasulullaah kan poligami dengan alasan yang sudah dijelaskan di atas tapi laki jaman2 now… poligami dengan alasan yang entahlah benar2 mau melindungi atau sekadar apa gituu… hehe

    Reply
  2. Tatiek Purwanti

    Sip, Uni. Poligami mah dibolehkan (dengan syarat yang buerat) dan bukan dianjurkan.
    Kemarin baca sekilas tentang tafsir Al Azhar Buya Hamka bahwa Islam sebenarnya menganjurkan monogami. Poligami boleh dalam kondisi darurat untuk melindungi martabat perempuan. Nah…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *