Bisnis Travel Agent Yang Terus Berkembang

Mengintip-Prospek-Bisnis-Tiket-Pesawat-di-Tahun-2016Pelaku bisnis travel agent bisa lebih optimis menyambut perkembangan dan prospek bisnis jasa ini di tahun 2016. Karena peluang untuk meraup keuntungan lebih besar kini semakin terbuka. Setidaknya ini sudah dibuktikan dengan menjamurnya bisnis travel agent di Indonesia, apalagi negara kita terkenal dengan jumlah tempat wisatanya yang banyak. Gak percaya? Simak kutipan informasi penting dari situs travel agent terpercaya Asia Wisata berikut ini:

Travelling menjadi tren yang semakin populer

Aktivitas jalan-jalan ke berbagai pelosok negeri (bahkan dunia) kini tidak lagi hanya identik dengan golongan masyarakat yang strata ekonominya berada di tingkat atas, tapi juga sudah banyak diminati oleh mereka yang golongan ekonominya berada di tingkat menengah. Dikutip dari laman Surabaya News, bahkan travelling kini sudah menjadi bagian dari tren gaya hidup. Orang-orang punya beragam cara dalam menghabiskan waktunya untuk pergi jalan-jalan demi mendapatkan pengalaman baru yang lebih mengesankan.

Jika dilihat dari tren-nya (apalagi sudah menjadi gaya hidup), hampir bisa dipastikan jika di tahun 2016, tren dunia travelling akan menunjukkan grafik yang meningkat. Jelas ini merupakan potensi positif untuk para pelaku bisnis penjualan tiket pesawat terbang.

Harga tiket pesawat yang semakin kompetitif

Jika dilihat dari perkembangannya, tiket pesawat kini tak semahal dulu. Semisal untuk perjalanan dari Jakarta – Solo, orang-orang kini tak lagi segan untuk menggunakan moda transportasi udara dikarenakan harganya yang tidak terpaut jauh dari harga tiket kereta api kelas eksekutif. Terutama bagi mereka yang memprioritaskan efektivitas waktu.

Salah satu hal yang memberi andil di balik lebih terjangkaunya harga tiket pesawat adalah mudah dan cepatnya proses reservasi. Dengan adanya jaringan internet, kini pembelian dan penjualan tiket pesawat bisa dilakukan oleh siapapun, dari manapun dan kapanpun.

Terjangkaunya harga tiket diperkirakan akan terus terjadi di tahun 2016 yang akan datang. Apalagi di tahun 2016 beberapa maskapai akan menambah jumlah armada dan rute barunya.

Armada maskapai yang terus bertambah

Tahun depan, maskapai Garuda Indonesia rencananya akan mendatangkan 23 pesawat baru, yakni lima unit Airbus A330, satu unit Boeing 777, dan sembilan buah ATR 72-600 serta delapan unit A-32 untuk Citilink Indonesia. Demikian pula, Sriwijaya Air berencana mendatangkan 20 unit Boeing 737-Max 8 dari pabrikan Boeing dan 20 boeing 737-800 dari lessor sepanjang 2016-2017. Lion Air juga tak kalah gesit, maskapai berlogo kepala singa ini berencana mendatangkan 10 pesawat Boeing B737 senilai US$ 750 juta secara bertahap. Tidak mau kalah dengan maskapai lokal, dilansir dari Aktual Pos, dikabarkan Air Asia akan turut memperkuat deretan armadanya dengan mendatangkan pesawat Airbus A320 Neo.

Dengan adanya strategi penambahan armada oleh pihak maskapai, ini akan memberikan sentimen positif terhadap tingkat kepercayaan masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi udara. Kekhawatiran masyarakat terhadap potensi delay dan risiko perjalanan akan lebih berkurang dan disaat yang bersamaan potensi omset bagi jaringan penjualan tiket pesawatpun akan semakin menjanjikan.

Rute dan frekuensi penerbangan yang bertambah

Dipastikan beberapa maskapai akan menambah rute barunya di tahun 2016, baik rute domestik maupun internasional. Diantaranya adalah Batik Air yang akan membuka 6 rute baru, yaitu Jakarta-Pekanbaru, Jakarta-Pontianak, Jakarta-Bengkulu, Jakarta-Kupang, Jakarta-Lombok, dan Jakarta-Padang.

Dikutip dari CAPA, pada tahun 2016 mendatang, CEO Citilink Albert Burhan, mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan akan membuka rute penerbangan internasional yaitu Bangkok, Kuala Lumpur, Singapore dan Perth.

Garuda Indonesia yang pada Januari 2016 akan meluncurkan rute baru Denpasar – Shanghai kabarnya pada 2016 menyediakan 10 juta kursi penerbangan internasional. Sementara Sriwijaya yang di tahun 2015 telah mengangkut penumpang lebih dari 8,5 juta ini di tahun 2016 mendatang memastikan siap mengangkut 11 juta penumpang.

Tidak hanya rute yang bertambah, beberapa maskapai juga menambah frekuensi penerbangannya. Seperti Batik Air yang menambah frekuensi penerbangan untuk rute Jakarta-Palembang dan Sriwijaya yang menambah frekuensi penerbangan Medan – Jakarta.

Dengan melihat beberapa potensi diatas, bisa diperkirakan jika prospek bisnis penjualan tiket pesawat di tahun 2016 akan semakin seksi dan menarik. Apalagi jika dilihat dari kurun waktu tahun 2010-2014 mengalami peningkatan masing-masing mencapai 51,8 juta orang, 60,2 juta orang, 71,4 juta orang, 75,8 juta orang dan 76,5 juta orang, bukan tidak mungkin jika di tahun 2016 mencapai 100 juta penumpang dengan indikator jumlah rute, frekuensi dan armada maskapai yang terus bertambah. Semakin tinggi jumlah pengguna transportasi udara, tentu semakin besar pula peluang bisnis penjualan tiket pesawat di tahun 2016. (Sumber: www.agentiket.net)

Nah buat pelaku bisnis travel agent, selamat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya! Karena sudah terbukti bisnis di bidang ini memang hampir tak pernah ada habisnya. Bahkan terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itulah sering dikatakan bahwa bisnis travel agent adalah bisnis yang terus berkembang. (V)

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dengan mengangkat tema sejarah dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita Islam.


One thought on “Bisnis Travel Agent Yang Terus Berkembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Share yuk untuk berbagi manfaat pada yang lain!

  • Follow by Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram