Foto Kematian

Foto KematianSebut saja namanya X. Teman sekelas waktu kuliah dulu. Ada sepenggal kisah yang tak bisa saya lupakan tentang sosok yang satu ini. Karena skenario Allah atas dirinya begitu mengesankan. Kenapa?

Di kampus saya, ada sebuah peraturan yang cukup ketat. Jika saat ujian berlangsung ada yang ketahuan menyontek atau berbuat curang di satu mata kuliah, maka ia dianggap gagal untuk semua mata kuliah pada semester itu. Gawat, kan?

Tak hanya itu, upaya menggalakkan budaya malu juga tak tanggung-tanggung dilakukan. Setiap mahasiswa yang tertangkap menyontek, akan dipajang fotonya di papan pengumuman dengan judul ‘Raja Contek’. Lengkap dengan biodatanya.

Nah, teman saya yang bernama X ini menjadi salah satu mahasiswa bernasib malang. Dia ketahuan membuat ‘jimat’ di telapak tangannya pada saat ujian mata kuliah Manajemen Informatika. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, kan? Ya, foto dan data dirinya muncul di papan pengumuman keesokan harinya. Seluruh mata kuliah yang diikutinya pada semester tersebut gugur semuanya.

Hati saya dan juga teman-teman lainnya terasa miris. Bagaimana tidak, dia bukan termasuk orang berada, untuk biaya kuliah saja ia harus kerja sampingan segala. Kini biaya satu semester hangus akibat ulahnya sendiri. Kasihan, belum lagi rasa malu yang harus ditanggungnya.

Masa ujian pun berlalu. Saya memasuki semester selanjutnya dan mulai melupakan kejadian yang menimpa X tersebut. Tapi apa yang terjadi? Baru memasuki hari kedua di semester baru, saya kembali menemukan foto di papan pengumuman. Apakah foto X masih belum diturunkan? Benar! Foto X masih terpajang di sana. Perasaan kemarin, di hari pertama, saya sudah tidak melihat foto itu di sana. Kok hari ini ada lagi?

Saya mengamati lebih teliti. Astaghfirullah! Apakah ini tidak salah? Judulnya bukan lagi ‘Raja Contek’, melainkan ‘Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun’. Saya tersentak. Jadi foto kali ini adalah foto pengumuman atas kematian teman sekelas saya itu? Allahu Maha berkehendak! Begitu ganjilnya perasaan saya memaknai peristiwa yang satu ini. Keganjilan yang terpendam hingga hari ini. (TP)

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dengan mengangkat tema sejarah dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita Islam.


One thought on “Foto Kematian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Share yuk untuk berbagi manfaat pada yang lain!

  • Follow by Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram