Antara Jilbab Konservatif dan Pasmina

PasminaSaya termasuk orang yang susah move on dalam hal penampilan. Mencoba sesuatu yang baru seringkali membuat saya berpikir panjang dan ujung-ujungnya urung hehe…

Salah satunya adalah dalam hal bentuk jilbab. Saya sudah sangat terbiasa dengan model jilbab konservatif, jilbab segi empat yang dilipat jadi segitiga dan dipakai tanpa modifikasi apapun. Sangat sederhana. Saya tidak suka yang ribet, tidak suka yang terlalu glamour dan tidak suka yang aneh-aneh.

Namun belakangan ini rasa kepo saya terusik juga melihat banyaknya orang memakai jilbab model pasmina. Kayaknya keren juga dipake ngantor. Ada keinginan mencoba namun lebih banyak gak pedenya ketimbang keponya 😀 Saya merasa bentuk wajah saya akan terlihat aneh jika memakai pasmina (padahal belum nyoba lho hehe) dan hal itu membuat saya menekan rasa penasaran yang muncul.

Ternyata gak semudah itu juga. Berbagai jenis online shop berseliweran di akun media sosial saya menawarkan macam-macam jenis kerudung termasuk model pasmina. Saya lihat kok cantik-cantik ya orang pakai pasmina. Enak aja dilihat, gitu. Apa karena modelnya yang memang dari sononya cantik-cantik? Ah tapi masa sih saya gak bisa? Mulai lagi deh penasarannya muncul hehe…

Akhirnya saya coba membeli satu pasmina dengan bahan yang nyaman dipakai. Tapi…ups! Ternyata agak pendek untuk ukuran tubuh setinggi saya. Jadi gak pede. Akhirnya pasmina itu dipakai putri saya.

Untungnya kemudian saya nemu pasmina dengan ukuran yang pas buat tubuh saya dengan bahan yang tak kalah nyaman. Diamond Crep, adalah bahan yang sangat pas untuk kerudung model pasmina karena sifatnya yang bisa meregang (strech). Memang relatif agak mahal tapi sebanding dengan kualitas dan ukuran yang saya inginkan. Mulailah saya mematut-matut diri di kaca, dan alhamdulillah pede juga akhirnya. Dan yang penting gak pake ribet. Jujur saya sangat terbantu dengan model pasminanya yang instan alias tinggal sarungin ke wajah, trus sedikit modifikasi bagian lingkar luarnya dengan bros, jadi deh. Oya, pasmina yang saya pakai ini satu rumah produksi dengan Ukhti tapi menggunakan brand Munira.

Lihat dan bandingkan, antara jilbab konservatif dan pasmina yang saya pakai! Sama toh kecenya? 🙂

 Sedikit tips buat kamu yang ingin mencoba produk sejenis:

  1. Pastikan bahannya nyaman dipakai, tidak terlalu licin dan tidak terlalu kaku. Bahan sejenis crep atau jersey bisa jadi rekomendasi buat kamu yang gak suka ribet.
  2. Pastikan ukurannya pas di tubuh kamu dan warnanya cocok dengan warna kulitmu.
  3. Jangan memakai terlalu banyak aksesoris karena pasmina sudah lumayan ‘rame’ dengan dua kali lilitannya.
  4. Jika membeli secara online, pastikan online shop-nya terpercaya agar kamu gak kecewa dan jangan sungkan untuk banyak bertanya terkait bahan dan ukuran.

Selamat mencoba, Sista! 😉

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dengan mengangkat tema sejarah dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita Islam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Share yuk untuk berbagi manfaat pada yang lain!

  • Follow by Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram