Karantina Ruhiyah

Seseorang yang tadinya banyak maksiat, banyak lalai, jarang ibadah, bodoh dengan ilmu syar’i dll, lalu ketika kesadaran muncul dan memutuskan untuk hijrah, maka sebaiknya melakukan Karantina Ruhiyah buat dirinya sendiri.

Hijrah itu adalah proses berpindah dari kebiasaan buruk kepada kebiasaan baik sesuai tuntunan Islam. Ini jelas tidak mudah. Maka dibutuhkan usaha dan latihan yang serius. Proses hijrah ini gak bisa berjalan dengan baik tanpa penempaan terhadap ruhiyahnya. Lihatlah betapa banyak orang yang hijrah akhirnya kembali lagi pada kebiasaan lama. Atau niatnya sudah bulat tapi hanya sebatas niat melulu, gak action sama sekali.

Mungkin sedikit saran ini bisa kita lakukan selama program karantina ruhiyah agar bisa fokus menjalani hijrah. Lebih bagus dicatat dan ditempel sebagai pengingat setiap hari:

1. Menambah Ilmu.

Ilmu syar’i atau ilmu tentang Islam itu sangat luas. Tak kan habis diserap hingga akhir hayat. Yang sudah menempuh pendidikan agama hingga jenjang tinggi pun tetap wajib menambah, mengulang dan membagikan agar ilmunya menetap dalam bentuk amalan. Ingat, menuntut ilmu syar’i ini hukumnya fardhu ‘ain, wajib bagi setiap muslim, beda dengan bidang ilmu lain. Apalagi kita yang dari pendidikan umum, tentu sangat penting belajar ilmu Islam.

Saran saya, hadirilah majelis-majelis ilmu, paksakan diri minimal sekali dalam sepekan. Sebab majelis ilmu itu dikelilingi oleh para malaikat yang menebarkan keberkahan dan rahmat. Maka usahakanlah untuk hadir apapun caranya.
Kemudian, usahakan setiap hari mendengarkan kajian Islam di radio, TV atau internet sekitar 1-2 jam. Bisa sambil beberes rumah bagi ibu-ibu, sambil menikmati kemacetan bagi bapak-bapak, pokoknya jadwalkan tiap hari mendengar satu tema kajian.

2. Tilawah Alquran.

Wajibkan diri kita tilawah Quran setiap hari, minimal setengah atau satu halaman. Alquran itu kitab suci, panduan hidup kita, tentu aneh ketika kita tidak membacanya. Bagaimana kita paham agama kita jika kitabnya gak dibaca? Apa yang akan kita jawab kelak ketika Allah bertanya, kenapa kitab sucinya gak dibaca? Jadi wajibkan diri kita membacanya setiap hari.

3. Shalat di Awal Waktu.

Ini penting sekali karena kelalaian kita dalam shalat akan berakibat pada buruknya ibadah kita yang lain. Shalat ini tiang agama, maka pastikan di awal waktu. Bagi laki-laki usahakan ke masjid/berjamaah, apapun caranya.

4. Shalat Dhuha.

Usahakan minimal selang seling setiap hari jika tak mampu setiap hari. Shalat Dhuha adalah shalat yang sangat indah. Ada ketenangan dan kebahagiaan yang sulit diungkapkan bagi mereka yang rutin melakukan shalat Dhuha ini, selain sebagai pembuka pintu-pintu rezeki.

5. Shalat Rawatib.

Shalat sunnah sebelum atau sesudah shalat wajib usahakan ada. Minimal banget kerjakan shalat Rawatib Subuh karena besar sekali keutamaannya. Rasulullah saat bangun kesiangan pun tetap melakukan shalat sunnah sebelum Subuh ini saking besarnya keutamaan Rawatib Subuh ini.

6. Puasa Sunnah.

Puasa Senin Kamis atau puasa sunnah yang lain usahakan rutin dilakukan setiap bulan jika masih berat setiap pekan. Jangan ada bulan yang berlalu tanpa ada puasa sunnah di dalamnya.

7. Tahsin dan Tahfidz Alquran.

Jangan lupa untuk terus memperbaiki bacaan Alquran kita, cari guru tahsin untuk belajar. Menambah hafalan Alquran juga penting meskipun hanya seayat demi seayat. Ini penting untuk melekatkan Alquran dalam diri kita dan agar jadi syafaat di akhirat kelak. Hafallah terus meskipun kamu gak hafal-hafal, begitu pesan kuatnya.

8. Zikir Pagi dan Petang

Zikir ini yang biasa disebut dengan zikir ma’tsurah adalah zikir yang dianjurkan Rasulullah dengan banyak keutamaan. Memberi ketenangan hati dan melipatgandakan pahala kita. Banyak bukunya dijual dan bisa juga didownload di aplikasi atau didownload dalam versi MP3. Baca saja yang versi pendek jika yang panjang kelamaan. Minimal banget dengarkan saat beraktivitas, sambil menunggu teman, naik angkot, ojek dll. Simpan dalam ponsel kita agar mudah didengarkan setiap hari. Siapkan headset jika khawatir mengganggu orang lain.

9. Tahajjud.

Qiyamullail adalah amalan yang tak diragukan lagi keutamaannya. Mengundang kecintaan yang besar dari Allah. Usahakan minimal sekali dalam seminggu paksakan bangun. Makin lama makin sering, makin jadi kebutuhan ruhiyah kita.

10. Menjaga Wudhu.

Ini yang paling ringan sebenarnya, yaitu menjaga wudhu. Berusahalah untuk selalu dalam keadaan berwudhu, sebab Bilal Sang Muadzin Rasulullah sudah terdengar suara terompahnya di surga saat ia masih hidup karena keistiqomahnya dalam menjaga wudhu.

Nah, mungkin 10 poin ini bisa kita jadikan latihan dalam program Karantina Ruhiyah hingga proses hijrah menuju kebaikan menjadi lebih terjaga. Selama proses Karantina Ruhiyah ini usahakan untuk tidak banyak berbaur dan bercanda-canda dengan lawan jenis yang bukan mahram (ikhtilat), hindari juga mendengar lagu-lagu yang bukan dzikrullah karena selain kedua hal di atas hukumnya haram, juga bisa mengganggu fokus kita dalam program ini. Usahakan banyak bergaul dengan teman-teman yang seniat setujuan.

Bagi yang berniat hijrah dan serius ingin meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk, mungkin 10 program ini bisa dicoba. Pelan-pelan tapi serius. Ingat, iman itu seperti tumbuhan, perlu disiram setiap hari agar tidak meranggas dn mati.

Are you ready, Guys? 😊

Note:
Bebas dishare oleh siapa saja, semoga jadi rantai kebaikan. Wallahu a’lam.

#KarantinaRuhiyah

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dengan mengangkat tema sejarah dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita Islam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Share yuk untuk berbagi manfaat pada yang lain!

  • Follow by Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram