Pohon Sahabi, Tempat Berteduhnya Rasulullah

Suatu ketika…

Saat Rasulullah berusia 12 tahun, Abu Thalib membawa beliau berdagang ke Yaman bersama para pedagang lainnya. Sampai di sebuah daerah bernama Busyra, wilayah Yordania, diam-diam seorang pendeta Nasrani keturunan Yahudi bernama Bahira mengamati rombongan tersebut. Ia heran melihat rombongan tersebut selalu diikuti oleh gumpalan awan yang melindungi mereka dalam perjalanan. Sang Pendeta menyuruh pembantunya untuk memanggil rombongan yang tengah beristirahat dalam tenda mereka di tengah gurun pasir yang terik. Saat itu seorang pendeta (rahib) tak boleh keluar dari kediamannya, maka Bahira menyuruh rombongan itu masuk ke gerejanya.

Saat rombongan itu masuk, Bahira tak melihat naungan awan menyertai mereka. Bahira pun bertanya, “Apakah semua anggota rombongan sudah masuk?”
Maka dijawablah oleh salah seorang dari mereka, “Ada seorang pemuda yang tidak ikut, karena pemuda itu tengah duduk di bawah pohon sana, menjaga unta-unta kami.” Ia menujuk sebatang pohon rindang dekat tenda mereka.

Pendeta Bahira menyuruh memanggil pemuda itu. Saat Rasulullah berjalan mendekati gereja, gumpalan awan itu kembali terlihat menyertai.

Rasulullah masuk ke dalam gereja, Pendeta Bahira mengajukan beberapa pertanyaan, dan ia minta izin melihat pundak Rasulullah. Saat melihat tanda kenabian di pundak beliau, pendeta itupun bertanya, “Siapakah ayahnya?”
Para pedagang menunjuk Abu Thalib.

Pendeta Bahira berkata, “Tidak, dia bukan ayahnya. Sebab ayah pemuda ini sudah meninggal saat ia berusia enam bulan dalam kandungan.”

“Benar, dia adalah keponakanku,” sahut Abu Thalib.

Pendeta Bahira lalu berkata, “Jagalah anak ini. Kelak ia akan menjadi rahmat bagi semesta alam. Bawalah dia kembali ke Mekah, karena orang-orang Yahudi di Yaman sudah lama menunggunya. Dan jika mereka tahu bahwa rasul terakhir lahir dari bangsa Arab maka mereka akan membunuhnya.”

Abu Thalib bertanya, “Dari mana engkau tahu?”

Pendeta Bahira menjawab, “Ketika kalian tadi berada di atas bukit, aku melihat semua pohon dan batu bersimpuh sujud. Mereka hanya sujud kepada nabi. Aku juga melihat gumpalan awan yang terus menaungi kalian. Dan yang duduk berteduh di bawah bohon itu hanyalah seorang nabi. Aku juga mengetahuinya dari stempel kenabian di pundaknya yang seperti apel. Kami sudah membaca tanda-tanda itu dalam kitab suci kami jauh sebelum anak ini lahir. Kami sangat mengenalnya melebih anak-anak kami sendiri.”

Maka Abu Thalib pun membawa Rasulullah kembali ke Mekah sesuai saran Pendeta Bahira.

Hingga kini pohon tempat Rasulullah berteduh itu masih ada, dijuluki dengan nama Pohon Sahabi atau “The Only Living Sahabi” yang berarti, satu-satunya sahabat nabi yang masih hidup dan sudah berusia 1400 tahun lebih.┬áRaja Abdullah II dari Yordania bahkan menyebutnya sebagai the Blessed Tree atau Pohon yang Diberkahi Allah. Pemerintah Yordania saat ini memagari area sekitar pohon sebagai tanda bahwa pohon Sahabi ini merupakan saksi sejarah ramalan kenabian dari seorang pendeta Nasrani Buhaira.

(Silakan dishare jika bermanfaat, semoga menambah kecintaan pada Rasulullah)

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dengan mengangkat tema sejarah dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita Islam.


One thought on “Pohon Sahabi, Tempat Berteduhnya Rasulullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Share yuk untuk berbagi manfaat pada yang lain!

  • Follow by Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram