Robert Davilla, Meraih Hidayah dari Kursi Roda

Pernahkah kita mengeluh di saat Allah beri sedikit penderitaan, “Apa salahku kok Allah kasih beban ini?”

Pernah tentunya. Bahkan mungkin sering. Baikah, mungkin cerita ini bisa sedikit mengubah sudut pandang kita, minimal menambah wawasan dan rasa syukur kita.

Pria dalam foto ini bernama Robert Davilla, warga Fort Worth, Texas. Seorang petani yang mengalami kelainan genetik hingga anggota tubuhnya lumpuh dari leher ke bawah. Hanya mata dan mulutnya yang bisa ia kendalikan. Sejak lumpuh di usia muda, maka Robert tinggal di panti jompo bersama para lansia, sementara usinya sendiri baru 30 tahunan.

Keluarga Robert memberinya satu komputer yang bisa diakses menggunakan suara sehingga ia bisa menjelajah internet untuk menambah wawasan.

Di panti tersebut ia punya seorang teman yang menderita sakit liver. Ketika mendapatkan donor liver dan menjalani operasi, temannya itu meninggal. Adik temannya memberikan kalung salib almarhum abangnya sebagai kenang-kenangan untuk Robert. Robert pun menggantung kalung itu di kamarnya.

Malamnya Robert bermimpi. Dalam mimpinya ia ditemui oleh seorang lelaki yang mengaku bernama Muhammad. Lelaki itu berkata padanya sambil menunjuk kalung salib yang tergantung, “Allah tidak mengutus seorang Nabi untuk menyembah itu. Para Nabi diutus untuk mengajak manusia menyembah Allah. Karena para Nabi itu juga berjalan dan makan di tengah kalian.”

Mimpinya pun berakhir sampai di situ. Besoknya karena penasaran, ia mencari nama Muhammad di internet. Siapa lelaki itu? Ia membaca banyak informasi dan berbagai literatur. Maka Robert pun menemukan Islam dari atas kursi rodanya. Kursi roda khusus yang memiliki kunci agar tubuhnya tetap stabil sebab sejatinya ia tak bisa duduk dengan normal karena dari leher ke bawah benar-benar di luar kendalinya.

Di panti tersebut ada seorang lelaki perawat dari Mesir. Lelaki ini bisa dibilang sudah terkikis keislamannya. Dalam kegalauan jiwanya, ia malah mendatangi gereja untuk menenangkan batinnya. Suatu hari saat melintas di depan kamar Robert ia mendengar surat Alquran dibaca. Ia pun heran dan masuk. Bacaan itu terhenti. Ia bertanya pada Robert, dari mana asal suara itu, sebab setahunya Robert beragama Nasrani. Robert mengaku bahwa ia yang membacanya karena ia telah menjadi Muslim.

Lelaki Mesir itu tertegun. Ia takjub, betapa hebatnya Allah jika ingin menyentuh seseorang dengan hidayah. Bayangkan, seorang lelaki lumpuh yang tak bisa ke mana-mana, hidup di tengah masyarakat Nasrani yang setiap pekan mendapat kunjungan pendeta untuk menyiram rohaninya, tiba-tiba masuk Islam. Luar biasa! Maka ia pun kembali mendalami agamanya.

Suatu ketika Robert ingin sekali ikut menunaikan shalat Jumat. Dengan bantuan lelaki Mesir tersebut ia pun pergi dengan diantar mobil panti karena lokasi masjid itu cukup jauh letaknya. Namun kondisinya yang tak normal membuat ia kesakitan dan sepulang dari masjid ia harus kembali ke tempat tidur selama 3 bulan, tak boleh duduk di kursi roda dulu.

Apakah dia kapok? Tidak. Dia betekad jika sudah membaik nanti, ia akan kembali ke masjid. Katanya hanya saat di masjid hatinya benar-benar damai. Dengan wajah bahagia ia berkata, “Jika lantaran kondisi inilah Allah mengirimkan hidayah padaku maka sedikitpun aku tak menyesal atas penyakit ini. Aku bersyukur diberi sakit ini karena yang kudapatkan jauh lebih berharga, yaitu Islam.”

Begitulah. Silakan ukur dengan keimanan kita, dengan rasa syukur kita yang terlahir normal dengan segala kemudahan ini. Selamat malam dan selamat bercermin ya, Gaes. (Via)

*Silakan share jika kamu merasa ini bermanfaat bagimu dan bagi orang lain.

Baca juga kisah menarik di sini: Prof. Dr. Jeffrey Lang: Islam Menjawab Semua Pertanyaan Saya

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dengan mengangkat tema sejarah dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita Islam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Share yuk untuk berbagi manfaat pada yang lain!

  • Follow by Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram