SDIT Darul Hikmah, Sekolah Bermanhaj Salaf di Cipinang Besar Selatan

Ketika mau memasukkan anak lelaki saya, Ken Najmi Syuhada, ke SD, hal yang sempat jadi perdebatan kecil antara saya dan suami adalah memilih sekolah yang tepat. Sebenarnya kami suka sekolah Islam tapi setelah dicari-cari, lokasinya tak ada yang dekat dengan rumah kami di kawasan Cipinang Besar Selatan. Yang terdekat adalah SDIT di Cipinang Jaya. Jika sekolah di sana mau tidak mau saya harus siap antar jemput tiap hari. Karena jelas saya gak tega menyerahkan dia ke tukang ojek.

Selain itu, saya yang saat itu masih bekerja kantoran merasa repot jika harus mengantar dia tiap pagi, lalu siang atau sore menjempunya lagi di sekolah. Belum lagi saya juga harus mengurus dua adiknya yang masih balita. Jadi rasanya sulit jika dia sekolah jauh dari rumah. Pokoknya repotlah, begitu pikiran saya saat itu.

Akhirnya suami saya memutuskan memasukkan dia ke SDN terdekat, itupun sebenarnya untung-untungan karena secara usia dia baru genap 6 tahun di bulan Juni. Sekolah negeri di Jakarta kan syaratnya adalah usia calon siswa harus 7 tahun atau 7 tahun kurang sedikit. Alhamdulillah dia diterima dengan posisi nama paling bawah alias usia termuda di angkatannya.

Seiring berjalannya waktu, adiknya yang perempuan, Kanaya Puti Raihana, memasuki usia 5 tahun dan sudah ingin sekolah. Saya pun memasukkannya ke sebuah TK Islam di bawah Yayasan Durratul Hikmah yang lokasinya tak jauh dari rumah, hanya beda RW. Saat mendaftar itulah saya baru mudheng kalau di sana ada SDIT juga. SDIT bermanhaj salaf atau sekolah sunnah yang mendadak membuat saya menyesal, kenapa dulu gak survei ke sini?

Akhirnya Pindah Sekolah

Entahlah, mungkin sudah takdirnya, anak lelaki saya yang sekolah di SD Negeri ternyata gak betah di sana. Keluhan terbanyak adalah soal pergaulan dengan teman yang sering bully-membully dan bicara kotor. Di sisi lain saya pun berpikir ingin memasukkan dia ke pesantren kelak seperti kakaknya. Maka SDIT tentu lebih baik jadi basic pendidikannya menjelang masuk pesantren. Karena sudah beberapa kali minta pindah sekolah, akhirnya saya dan ayahnya sepakat memindahkan dia ke SDIT Darul Hikmah tepat saat kenaikan ke kelas 4.

Meskipun saya sadar bahwa dia pasti ketinggalan dalam beberapa mata pelajaran tapi gak apa-apa, itu tetap lebih baik daripada dia melanjutkan di sekolahnya yang lama. Untungnya SDIT Darul Hikmah bisa menerima pindahan di kelas 4. Setelah mengurus surat-surat yang diperlukan, alhamdulillah akhirnya putra saya pun resmi sekolah di SDIT Darul Hikmah yang secara lokasi juga dekat, dia bisa naik sepeda sendiri tanpa perlu diantar jemput.

SDIT Darul Hikmah, Sekolah Bermanhaj Salaf di Cipinang Besar Selatan

SDIT yang berlokasi di Jl. Pancawarga II no 38 ini mirip dengan SDIT lain, memadukan kurikulum Diknas dan Agama Islam. Sangat menekankan sunnah dalam pendidikannya hingga bisa dipastikan tak ada pelajaran yang menggunakan alat musik di sana. Jumlah siswa dalam satu kelas memang dibatasi sekitar 15 orang saja hingga guru bisa lebih fokus, begitupun siswanya. Memisahkan kelas siswa laki-laki dan perempuan serta menggunakan pakaian yang panjang dan longgar bagi siswa perempuan.

Para guru pendidik di sana pun memperlihatkan hal yang sama. Setidaknya itu bisa dilihat pada beberapa guru perempuan yang mengenakan cadar atau bergamis dan berjilbab panjang. Siswa pun dibiasakan shalat Dhuha, halaqah pagi dan membaca wirid pagi sebelum proses belajar formal. Ada kegiatan muroja’ah hafalan juga yang dilakukan di musholla atau teras sekolah.

Ekstrakurikuler dan Kegiatan Tambahan di SDIT Darul Hikmah

Sekolah yang saat ini dipimpin oleh Novtriadi Lc ini, setiap Sabtu mengadakan ekskul Thifan Po Khan dan juga Panahan. Ekskul yang juga disesuaikan dengan sunnah Nabi. Selain Ekskul, setiap hari Ahad juga diadakan pembinaan Tahsin yang bisa diikuti oleh siswa ataupun orangtua siswa. Bahkan terbuka juga bagi masyarakat di sekitarnya. Dan sebulan sekali diadakan pengajian bagi orangtua siswa di musholla sekolah.

Nah, Bapak dan Ibu yang mungkin mencari SDIT di sekitar Cipinang Besar Selatan mungkin bisa menjadikan sekolah ini sebagai alternatif. Ulasan tentang sekolah ini memang nyaris tidak ada kita temukan di internet, semoga tulisan ini membantu mengenalkan SDIT Darul Hikmah melalui media internet kepada masyarakat luas. Terakhir, semoga SDIT Darul Hikmah semakin maju dan berkembang dalam memberikan kontribusinya pada pendidikan anak-anak muslim di Indonesia. Aamiin. (NSR)

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dengan mengangkat tema sejarah dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita Islam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Share yuk untuk berbagi manfaat pada yang lain!

  • Follow by Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram