Shalira Syar’i, Konsisten dalam Kualitas dan Syariat.

s24Hijab syar’i adalah istilah untuk model pakaian muslimah yang mulai booming di tahun 2014 dan terus berkembang hingga saat ini. Hampir di semua pasar dan mal kita bisa menemukan model pakaian sejenis. Nah, salah seorang produsen hijab syar’i yang sudah saya kenal cukup lama adalah Dhiah Rully Handayani atau yang akrab disapa Uwie. Brand yang diusung oleh Uwie adalah SHALIRA SYAR’I. Usaha yang dirintis di Graha Bunga Bintaro Blok GB 7 No 43 ini berdiri sejak tanggal 4 Desember 2014.

Shalira membagi produknya menjadi beberapa brand, yaitu brand Shalira Syar’i by DaiUwie, produk yang dikhususkan bagi pakaian muslimah dewasa yang terdiri dari gamis, jilbab dan cadar. Kemudian ada brand Shalira For Kids & Teen yaitu produk pakaian untuk anak dan remaja. Dibuat dengan harapan anak-anak perempuan yang menuju akil baligh sudah belajar berhijab syar’i. Terakhir ada brand Antum khusus untuk memenuhi permintaan terhadap produk pakaian laki-laki dewasa. Yang terbaru dari Shalira adalah brand Khadijah yang merupakan brand premium dan baru diluncurkan bulan April 2016 kemaren.

Ada cerita menarik dari Uwie tentang latar belakang berdirinya Shalira. Yuk, disimak!

“Aku lima tahun terbang sebagai pramugari di Singapore Airlines. Happy bisa keliling dunia. Tapi jauh di lubuk hatiku paling dalam ada keraguan atas pekerjaan ini. Apakah ini baik untukku…?”

Kebimbangan Uwie itu terus ia dipendam sampai akhirnya ia menikah, hamil dan kembali ke Indonesia. Setelah anak pertamanya berusia 1 tahun, Uwie yang memang tidak betah diam akhirnya bekerja lagi di Allianz Syariah selama 7 tahun. Menekuninya mulai dari jabatan Agen hingga Business Director.

“Tahun 2012 sepulang dari Hong Kong Macau bersama suami, hadiah dari Allianz Syariah, kami diajak teman mengikuti kajian keislaman di Blok M Square. Sepulangnya dari sana, dua minggu aku enggak bisa tidur. Banyak pertanyaan di kepala. Siapa aku? Apa tugasku di dunia? Bagaimana seharusnya wanita berpakaian? Seperti apa pakaian seorang muslimah? Apa hukumnya asuransi? Bagaimana seharusnya wanita bekerja? Halalkah income-ku? Dan banyak lagi lainnya,” tutur Uwie menambahkan.

Perempuan yang mulai berhijab setelah melahirkan anak pertamanya di tahun 2005 ini akhirnya menguatkan niat ‘berhijrah’ di bulan April  2012 dengan berhenti dari Allianz Syariah dan memulai bisnis hijab syar’i sesuai bersama dua orang sahabatnya, Andari Setiati dan Ratna Sukma Sari dengan label Aazmara.  Namun Aazmara tak bertahan lama, brand inipun berakhir pada tanggal 8 November 2014 dan masing-masing sibuk dengan usaha mereka.

“Sempat down juga, seperti mimpi. Sakit, sedih, bingung dan galau. Tapi berkat support dan dorongan suami dan kepercayaan semua akhirnya kami lalu memutuskan untuk bangun lagi meneruskan syi’ar dan amanah ini, berganti menjadi Shalira Syar’i, bersama dengan Andari Setiati atau Mbak Dai tanggal 4 Desember 2014. Shalira sendiri adalah kependekan dari nama anak-anak perempuan kami, Alisha, Azlika dan Noofara. Brand ini kami beri tagline: This is Your Beauty Identity,” cerita Uwie mengenang masa-masa awalnya membangun bisnis.

Makna dari tagline tersebut adalah agar muslimah tahu bahwa kecantikan mereka di mata Allah bukan terletak pada fisik atau rupa tapi pada hati dan keimanan.

“Selain memudahkan berhijab, membantu muslimah setiap hari kita posting kajian agar muslimah belajar Islam lebih dalam lagi. Termasuk aku yang masih harus banyak belajar,” tambah Uwie.

Saat ini Shalira sudah memiliki 23 Agen di seluruh Indonesia dan juga di Qatar. Shalira  masih membuka peluang Agen dan Distributor dari Indonesia dan Asia. Usaha ini dibantu oleh 10 orang karyawan tetap di bagian produksi dan 2 orang karyawan freelance.

Selain melalui media sosial, Shalira juga melakukan pemasaran melalui media elektronik dan cetak, sponsorship serta pameran dan expo.

Yang menjadi keunikan atau daya tarik produk Shalira dibanding produk lain yang sejenis adalah modelnya yang simple design, elegant, syar’i dan anggun. Juga friendly untuk ibu menyusui dan tersedia cadar tali untuk setiap stelnya. Shalira juga memberikan bonus di beberapa edisinya.

Lalu apa yang menjadi landasan Uwie dalam menjalankan bisnisnya?

Perempuan berpostur tinggi ini menuturkan, “Kami selalu berbaik sangka, berkomunikasi, jujur, amanah, dan menepati janji. Juga sering bersilaturahmi dan bertemu dengan sahabat-sahabat baru dari komunitas, group online dan sebagainya. Kami selalu mencoba untuk memperbaiki akhlak kami kepada semua pihak. Ikhtiar maksimal, menangkap semua peluang yang ada dan berserah diri pada Allah apapun hasilnya.”

Shalira beruntung karena pernah mendapat kesempatan dipilih dalam Islamic Society Of North America 2015 di Chicago dan berkesempatan melakukan Photo Product di Times Square New York, Amerika Serikat.

Untuk harga, Shalira mematok harga Rp. 435.000-Rp.800.000 untuk baju dewasa, Rp.320.000-Rp.420.000 untuk baju anak dan Rp.150.000-Rp.245.000 untuk baju koko.

Karena masih minim pengalaman, Uwie pun sempat mengalami masalah dalam usahanya. Pernah terjadi miss communication, gagal produksi sehingga semua hasilnya reject, ditipu agen, over stock dan lain-lain. Namun karena usaha ini dijalankan dengan landasan amanah dan basmalah, Uwie menganggap semua masalah itu pasti akan ada hikmahnya. Salah satunya adalah bentuk kasih sayang Allah agar tim Shalira belajar lebih baik lagi.

Nah, menarik ya belajar berbisnis dari sosok muslimah yang lembut dalam bertutur namun tegas dalam bersikap ini. Tertarik mengintip produk Shalira? Kamu bisa intip di Fanspage | Instagram | Google Plus, dengan account @shalirasyar.i

Shalira di Berbagai Event

Shalira Syar’i, Anggun Dalam Syariat

Real Pict

Berikut adalah real pict saya bersama produk Shalira yang ternyata memang oke banget. Yang saya pakai ini adalah model Nadhiira Set. Pertama menyentuh bahannya saya langsung berkomentar, “Wow!”

Detail Nadiira Set ini memiliki kancing pada dada dan tangan sehingga bisa dipakai oleh ibu menyusui dan tidak mengganggu saat berwudhu. Memiliki kantong di bagian kanan dan rok bawah yang lebar. Ada banyak pilihan warna. Satu lagi, model jilbabnya antem (anti tembem) jadi pas banget untuk menutupi pipi yang rada chubby.

Bahan gamisnya balotelly dan jilbab wolly crepe. Keduanya adalah kualitas terbaik di kelasnya. Sangat nyaman dipakai dan recomended banget buat para muslimah yang berhijab syar’i. Ketebalan bahannya sangat cocok untuk menutup aurat dengan sempurna tanpa membentuk tubuh. Yang saya suka banget adalah deretan kancing di bagian ujung lengan dengan jahitan yang sangat rapi. Pokoknya puas banget setelah mencoba!

Simak juga cerita Leny dengan Rumah Lentik yang kreatif!

*Novia Syahidah*



Penulis yang identik dengan karya bermuatan lokal dengan mengangkat tema sejarah dan budaya, aktif menulis di berbagai media massa cetak seperti koran dan majalah sejak tahun 2002. Telah menulis 9 buku pribadi dan 20 lebih buku kolaborasi. Terakhir menulis cerita bersambung di sebuah majalah wanita Islam.


3 thoughts on “Shalira Syar’i, Konsisten dalam Kualitas dan Syariat.

  1. Leila

    Oooh, itu ya Uni ternyata makna dari Shalira. Tadinya saya mikir apa mungkin mengarah ke salira (tubuh manusia, karena fungsi pakaian sebagai penutup aurat) dalam bahasa Jawa kuno.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Share yuk untuk berbagi manfaat pada yang lain!

  • Follow by Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram